Spread the love
Foto : Erwin
Jakarta, Media Indonesia Raya – Rumah Milenial menggelar Diskusi Publik bertemakan “Memaknai Kemerdekaan Indonesia Dalam Perspektif Generasi Milenial” di Resto Riung Sunda, Lantai 2 Ibis Budget Hotel Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).
Dalam Diskusi Publik hadir para Pembicara:
– Dito Ariotedjo (Ketua Umum AMPI)
– Jackson Kumaat (Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara)
– Guntur Romli (Aktivis Muda NU/Politisi PSI)
– Alan Christian Singkali (Sekretaris Umum PP GMKI)
Jackson Kumaat mengatakan bahwa  generasi Milenial punya peranan di bidang Musik, Olahraga dan Organisasi.
“Pertama carilah kegiatan yang positif seperti Musik misalnya ngeband, untuk Olahraga carilah kegiatan seperti klub olahraga dan kegiatan intra dan ekstra kampus untuk Organisasi. Itulah tantangannya bagi anak muda terutama musik dan olahraga. Sepakbola dan musik adalah kegiatan yang paling disukai anak-anak muda,” kata Jackson
Agar generasi milenial lebih produktif “gelutilah ke 3 bidang tersebut yaitu Musik, Olahraga dan Organisasi. Penuhilah kehidupanmu dengan berbagai kegiatan positif,” tambah Jackson.
Menurutnya anak muda memegang peranan penting untuk kemajuan Indonesia.
“Indonesia ini dipegang anak-anak muda. Pemegang Saham negeri ini adalah anak muda. Intinya, anak muda harus kreatifitas. Jika suka melukis silahkan melukis, atau geluti start up misalnya. Yang penting kalian kreatif karena saat ini Pemerintah Jokowi  lewat Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf sudah membuka akses agar kreatifitas kalian bisa tersalurkan,” ujar Jackson.
Guntur Romli yang saat ini adalah Aktivis Muda NU dan Politisi PSI melihat bahwa perbedaan suku dan bahasa harus menjadi sumber kekayaan bukanlah ancaman.
“Kaum milenial harus terbuka terhadap perbedaan dan kemajemukan. Saking beragamnya negeri kita baik meliput perbedaan suku dan bahasa. Perbedaan tersebut harus menjadi potensi dan kekayaan bukanlah ancaman,” kata Guntur Romli.
Guntur menyorot saat ini teknologi internet menjadi kebutuhan utama para kaum milenial terutama peranan media sosial.
“Peranan media sosial saat ini sangat mempengaruhi pola pikir generasi milenial baik pengaruh positif maupun negatif. Isu-isu terkini seperti Terorisme dan Radikalisme saat ini sangat gencar beredar di Media Sosial,” ungkap Guntur.
Namun, menurutnya Generasi Milenial mampu memegang peranan penting untuk meredam isu SARA atau Hoaks yang bisa mengganggu persatuan bangsa.
“Karena kalian (generasi milenial) melek teknologi, ambillah peran di media sosial dalam bentuk menyaring informasi-informasi yang tidak bermanfaat. Sampaikan informasi atau berita yang positif dan membangun. Itulah cara terbaik untuk menjadi kemerdekaan,” himbau Guntur kepada anak-anak muda yang hadir pada acara diskusi.
Guntur juga menghimbau agar generasi muda milenial lebih aktif dan tidak diam terhadap segala isu yang berpotensi untuk memecahbelah bangsa.
“Kalau ada tayangan atau ceramah di media sosial seperti YouTube dan sebagainya, kalian harus lebih aktif dengan mengkritisi tayangan yang mengandung konten SARA dan menyerang pihak-pihak tertentu. Bila perlu laporkan konten tersebut kepada provider. Jadi jangan diam terhadap isu yang memecahbelah bangsa. Itu tugas dan tanggung jawab kalian sebagai generasi muda dalam rangka mengisi kemerdekaan,” ujar Guntur.
Sedangkan Alan Christian Singkali yang menjabat Sekretaris Umum PP GMKI mengatakan bahwa ancaman utama saat ini adalah generasi muda yang tidak produktif dan pasif dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“Pasifnya dan tidak produktifnya kaum milenial adalah ancaman utama bangsa kita saat ini. Jadi generasi muda milenial harus punya ide dan gagasan, termasuk aktif menyampaikan ide dan gagasannya tersebut. Jadi percuma jika bonus demografi penduduk bangsa kita jika kalian pasif dan cuma berdiam diri,” kata Alan Christian.(Erwin)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *