Spread the love
Foto : Ewn
Jakarta, Media Indonesia Raya –  Organ Relawan yang menamakan dirinya sebagai Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor) siap menggelar deklarasi untuk mendukung pasangan Capres dan Cawapres H. Ir. Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Relawan Flobamora, Mikael Umbu Zasa, S.E., yang didampingi Drs. G.F. Didinong Say selaku Sekretaris Relawan Flobamora kepada Media Indonesia Raya di Sekretariat Relawan Flobamora, Jl. Alternatif Cibubur No. 18A, Harjamukti, Cimanggis Depok, Jawa Barat, Sabtu (31/8).
Mikael Umbu Zasa, S.E., mengatakan walaupun sempat tertunda acara deklarasi untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin akan mereka gelar secepatnya setelah acara penutupan Asian Games 2019 selesai.
“Karena ada hajatan besar yaitu Asian Games, yang jadwalnya berdekatan 1-2 hari dengan acara deklarasi masyarakat NTT, sehingga kita khawatir bisa menganggu situasi dan kondisi negara yang saat ini lagi fokus untuk penutupan atau closing ceremony Asian Games. Selain itu pertimbangan lainnya adalah keamanan, untuk itu acara deklarasi kami majukan pada saat masa kampanye saja,” kata Mikael Umbu.
Menurutnya acara deklarasi masyarakat NTT mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin akan diisi dengan pertunjukan seni, budaya dan kearifan lokal daerah mereka.
“Kami ingin menyatakan secara adat kearifan lokal kami melalui ritual-ritual adat, kami ingin bersumpah bahwa kami memilih Jokowi. Memang ada persiapan tarian-tarian dan lain-lain. Tadinya kami perkirakan peserta yang hadir hanya 100-200 orang. Setelah acara kami informasikan di media sosial ternyata animo masyarakat sangat tinggi. Tadinya kami berpikir lagi apakah acara deklarasi ini kami lanjutkan atau tidak. Namun, karena rapat pengukuhan dan pembentukan Pengurus Relawan Jo’mari Flobamora sudah terlaksana, maka kami siap menggelar acara deklarasi secepatnya setelah situasi dan kondisi memungkinkan. Untuk itu kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung persiapan acara deklarasi ini,” jelas Mikael.
Senada dengan Mikael, Sekretaris Flobamora Drs. G.F. Didinong Say mengungkapkan bahwa alasan utama Relawan Flobamora mendeklarasikan untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dikarenakan kepemimpinan Presiden Jokowi telah sesuai dan terbukti sejalan dengan cita-cita,  tujuan Proklamasi, Pancasila dan UUD 1945.
“Acara deklarasi oleh relawan Flobamora adalah manifestasi dari aspirasi dalam bentuk kebersamaan masyarakat NTT yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, khususnya wilayah Jabodetabek untuk mendapat kesempatan mewujudkan aspirasinya membentuk Relawan Jo’mari atau Jokowi-Ma’ruf Amin. Jo’mari Flobamora adalah satu wadah dimana kita bersama-sama menyalurkan aspirasi yang sifatnya Civil Society (Masyarakat Mahdani). Jadi non partisan, maka tidak ada bendera-bendera partai disitu, ini hanya bentuk aspirasi warga bangsa saja. Ada beberapa organ, komunitas atau lembaga yang mendukung, itu semua menyatakan aspirasi yang sama. Tapi secara simbolik kita perlu bersama-sama ‘declare’ dengan membuat satu pernyataan, itu yang pertama. Yang kedua, masyarakat itu melihat bahwa Pak Jokowi didukung oleh Pak Ma’ruf Amin ini didasarkan atas kinerjanya Pak Jokowi yang sesuai dengan Cita-Cita Proklamasi, Pancasila, UUD 1945. Maka kepemimpinan seperti itu yang kita akui dan kita percayakan. Pemimpin lain juga seperti itu, tapi kenapa Pak Jokowi, karena sudah terbukti, itu kata kuncinya,” tutur Didinong Say.
Selain itu menurut Didinong Say, NTT sebagai bahagian dari Indonesia sudah begitu lama terpuruk dan tertinggal dibandingkan saudara-saudaranya di daerah yang lain. Mereka rindu mencapai hidup yang sejahtera, inilah yang menjadi alasan utama mereka membentuk relawan Jo’mari Flobamora sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Dan kenapa kami sebagai orang NTT diaspora yang ada disini, bahagian masyarakat grass root disini harus bersuara. Di NTT orang juga bersuara dan pilpres kemarin mereka menang. Tetapi kami disini perlu bersuara. Pertama, kami bahagian dari Indonesia, ada kebebasan menyatakan pendapat, juga ada sistem demokrasi. Tapi juga yang paling penting berkaitan dengan cita-cita Proklamasi, kami NTT tertinggal, paling tertinggal. Bukan hanya Papua, NTT itu wilayah yang paling tertinggal. Sekarang ini masih ada daerah yang belum memiliki air, belum ada listrik. Banyak merantau kesini (Jakarta) tapi tidak ada pekerjaan. Jadi TKW, Debt Collector disini, karena pendidikan juga kurang memadai. Maka untuk itu kita merasa Jokowi sudah melaksanakan pemerintahan yang sesuai cita-cita dan tujuan Proklamasi yaitu mensejahterakan masyarakat, karena itu kita percaya kepada beliau. Maka itu kita harus menyatakan dukungan. Apa yang dikerjakan Pak Jokowi arahnya sudah benar dan sudah terbukti. Jadi itu yang ingin kita sampaikan bahwa dimana-mana masyarakat NTT sampaikan itu merupakan bahagian dari ekspresi. Dan yang paling penting bahwa kami ingin menyampaikan dengan cara Civil Society yaitu dengan cara-cara yang sifatnya kultural. Bahwa Indonesia itu Bhinneka tapi Tunggal Ika, mirip dengan budaya kami NTT dengan kearifan lokalnya. Jadi pendekatan kami seperti itu, bukan dengan cara-cara yang sifatnya menimbulkan perpecahan, polaritas atau perbedaan karena macam-macam sekat. Tapi semangatnya itu Bhinneka Tunggal Ika. Bahwa di Indonesia ini ada Jawa, Sumatera, berbagai ragam suku. Nah diantaranya ada Flobamora. Flobamora ingin menyampaikan aspirasi, pesannya seperti itu,” pungkas Didinong Say.(Ewn)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *