Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Diskusi politik (Dispol) diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia di Sekretariat Vox Point Indonesia, Sanggar Prathivi Building, Pasar Baru, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Diskusi yang mengangkat tema, “Pilpres 2019: Ke Mana Suara Pemilih Non Muslim” ini, menghadirkan pembicara Pater Dr. Petrus Canisius Aman, OFM (Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara), Pendeta Dr. Albertus Patty (Ketua PGI), Fary Djemy Francis (Ketua Fraksi Gerindra MPR RI) dan Itet Tridjajati Sumarijanto (DPR RI Fraksi PDIP).

Dalam diskusi ini, suara masyarakat pemilih non muslim di Pilpres 2019 jatuh pada sosok yang memiliki rekam jejak yang jelas.

“Sebagai pemilih non muslim di pilpres 2019 saya berharap masyarakat memilih yang beragama Katholik memilih calon yang memiliki rekam jejak yang mirip Yesus yaitu sosoknya sederhana, baik, harus sesuai dengan iman kita,” kata Itet.

Itet mengemukakan bahwa umat Kristiani Indonesia harus mau belajar dan memahami politik selain ritual agama.

“Kita umat Kristiani khususnya di Indonesia jangan alergi terhadap politik. Inilah yang harus disosialisasikan para pemimpin gereja kepada umat. Harus bisa inklusif jangan eksklusif, dimana umat Kristiani harus menempatkan diri berada pada masalah-masalah umat agama lain diluar komunitas Kristiani seperti Syiah, Ahmadiyah dan lain-lain. Itu menjadi renungan dan pergumulan kita,” tutur Itet.

Sementara Fater Djemy Francis, Ketua Komisi V DPR RI menjelaskan pengalamannya bahwa pemimpin seperti Prabowo sangat mendukung percepatan pembangunan di Indonesia Timur.

“Saya sangat didukung oleh Pak Prabowo Subianto (Ketum Gerindra) untuk memimpin Ketua Komisi V DPR RI dan ditugaskan beliau untuk mendukung percepatan pembangunan wilayah Indonesia Timur. Selain itu saya ditunjuk juga sebagai Ketua Fraksi Gerindra MPR RI dan Ketua KIRA (Kristen Indonesia Raya). Itu pengalaman menarik dimana saya sebagai salah satu bahagian dari masyarakat minoritas, non muslim mendapat kepercayaan dan tanggung jawab begitu besar,” ungkap Fary.

Menurutnya dalam memilih seorang pemimpin, masyarakat non muslim harus berdasarkan hati nurani dan tidak terjebak untuk mengkultuskan Pemimpin.

“Jadi dalam menilai seorang pemimpin mari kita lihat hati nurani, karena seorang Pemimpin seperti Prabowo dan Jokowi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang penting jangan sampai mengkultuskan mereka. Mari kita masuk ke ajang Pilpres untuk saling mendukung bukan saling menyerang. Umat Kristen harus berada dimana-mana terutama di Partai Politik,” himbaunya.

Sedangkan Pater Dr. Petrus Canisius Aman, OFM menegaskan cara berpolitik  harus suci berdasarkan rasionalitas dan moralitas.

“Cara berpikir seperti ini harus ditinggalkan. Saya menyoroti hal yang sifatnya fundamental dimana politik harus suci, karena sudah sejak lama politik menjadi racun bagi negeri ini. Selain itu sudah lama politik negara kita meninggalkan rasionalitas dan moralitas saat berbicara kekuasaan. Jika bicara Rasionalitas maka kita harus membicarakan normatif. Sedangkan moralitas kita bicara hal-hal yang baik dan benar. Kita harus mengembalikan politik ke tempatnya yang benar, karena selama ini pelaku politiknya juga tidak benar,” tegas Fater.

Fater melihat kepemimpinan harus berdasarkan kompetensi selain itu menjunjung tinggi moralitas.

“Pilihlah pemimpin yang menjunjung tinggi moralitas dalam bentuk keadilan bukan mengorbankan orang lain,” pungkasnya.

Dr. Albertus Patty menyoroti pragmatisme politik dalam jubah agama.

“Sebaiknya kita tidak terlalu serius memandang politik. Karena saya melihat partai-partai politik sendiripun saat ini sangat pragmatis. Agama digunakan hanya untuk menarik konstituen bukan untuk menunjukkan moralitas. Begitu banyak kasus korupsi, penindasan umat beragama (Ahmadiyah, Syiah) padahal kita mengaku umat beragama. Kita sudah kehilangan kenabian kita, dimana kita absen, tidak hadir di dalam masalah kemanusiaan, korupsi dan lain-lain. Untuk itu butuh pertobatan kita semua termasuk para rohaniawan untuk membimbing umatnya ke arah yang benar,” tandasnya.(Erwin)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *