Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Polda Metro Jaya resmi menahan Ratna Sarumpaet terkait penyebaran berita bohong atau hoaks soal penganiayaannya. Dia ditahan di rutan Mapolda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.
Ratna Sarumpaet dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Dia juga disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Namun, akibat ulahnya tersebut aktivis sosial ini bisa menyeret sejumlah nama. Beberapa waktu lalu, polisi menegaskan tetap memproses hukum para penyebar hoaks atau kabar bohong terkait penganiayaan tersebut.

Terkait masalah tersebut Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin yaitu Jomari Flobamora menggelar press conference sebagai pernyataan sikap mereka.

“Beliau ini yang saya tahu dulunya sangat vokal, sangat kritis bahkan saat di era reformasi beliau memiliki suara yang keras dan didengar waktu itu. Makanya diluar saya pernah omong, karena faktor usia, karena usia sudah tua maka fungsi otak bisa hank, terkadang yang benar jadi salah, sehingga ngomongnya jadi keliru. Padahal dulunya orang ini tokoh wanita yang disegani, kita hargai, dengan sikap kritis dan vokalnya yang keras untuk mengkritisi pemerintah saat itu,” kata Mikael Umbu Zasa S.E., kepada Media Indonesia Raya di Sekretariat Jo’mari Flobamora, Jl. Alternatif Cibubur km 1 No. 18A Harjamukti, Cimanggis Depok, Jawa Barat, Sabtu (6/10).

Mikael Umbu juga menyayangkan sikap dan tindakan seorang anggota DPR RI asal NTT yaitu Benny Kabur Harman yang terburu-buru menuding Presiden Jokowi memelihara preman untuk mendukung kekuasaannya dan meminta aparat hukum untuk bertindak tegas memeriksa dan memproses semua yang terlibat penyebaran berita hoaks penganiayaan aktivis sosial Ratna Sarumpaet.

“Terkait tindakan beliau ini, yang sangat kami sayangkan sebagai Relawan Jo’mari Flobamora NTT, ada pernyataan dari salah satu tokoh kami yang notebene adalah anggota dewan dan mantan Ketua Komisi 3 DPR RI, Benny K Harman yang langsung menuding atau menuduh, walaupun disitu ada kemungkinan kata-katanya bahwa Presiden memelihara preman-preman untuk memukul Ratna Sarumpaet. Ini bagi kami orang NTT merasa terusik sedikit, mohon maaf pak. Walaupun selama ini imagenya mungkin bahwa NTT seolah-olah kesitu tapi kami mau mengatakan bahwa seharusnya beliau (Benny K Harman) tidak pantas ngomong begitu tanpa melakukan terdahulu bukti-bukti di check and richeck data-datanya. Dia ini khan pakar hukum bergelar Doktor Pak kenapa bisa melakukan itu tanpa ada hal-hal yang mendukung dan akhirnya kenyataannya adalah hoaks. Jadi betapa menyakitkan mungkin bangsa Indonesia terutama kami orang NTT merasa malu Pak. Makanya dengan ini kami atas nama masyarakat NTT memohon maaf kepada Bapak Jokowi, karena itu pernyataan dari pribadi Bapak Benny K Harman bukan masyarakat NTT. Jadi sekali lagi menyuarakan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Jokowi atas tudingan itu. Dan kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga pernyataan itu kami anggap pernyataan itu pribadi dan keliru. Dan proses hukum yang sedang berjalan kita hormati dan kita dukung. Dan kami mohon kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan sampai kepada semua orang yang terlibat dalam penyebaran hoaks itu harus dilakukan upaya hukum. Yang bersalah yah salah, yang tidak punya bukti menyebar hoaks kita minta dilepaskan. Tapi yang salah harus dituntut siapapun dia,” tegas Mikael Umbu menahan marah.

Senada dengan pernyataan Ketua Umum Relawan Jo’mari Flobamora Mikael Umbu Zasa, Drs. Didinong Sae yang selaku Sekretaris Umum Relawan Jo’mari Flobamora mengatakan bahwa Benny K Harman sebagai wakil masyarakat NTT khususnya Daerah Pemilihan Flores seharusnya berbicara hal yang aspiratif tidak hanya pernyataan yang sifatnya politis tapi bersikap sebagai orang Flores yang berkarakter tegas, bicara pakai data dan fakta.

“Terkait saat ini ada dalam kontestasi Pilpres maupun Pileg kami sebagai kelompok relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin yang berbasis sosioligis masyarakat Flobamora, kami juga ingin menyerukan, menyampaikan kepada konstituen di NTT khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) supaya dalam memilih wakil-wakilnya, kita tahu bahwa Benny K Harman ini adalah seorang wakil masyarakat NTT dari Dapil Flores khususnya, seharusnya dia berbicara aspiratif. Aspiratif itu bukan hanya hal-hal politis tapi juga berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan karakter. Dia menampilkan karakter, kepribadian budaya orang Flores, bicara boleh tegas tapi terukur, base on data, fakta. Seperti yang disampaikan oleh Pak Ketua tadi Dia (Benny K Harman) seorang Pakar Doktor Politik, tapi dalam kasus ini kog kelihatan sekali keteledorannya. Itu sangat memalukan. Nah kaitan dengan masa kontestasi ini, kontestasi Pilpres maupun Pileg kami menyerukan kepada konstituen di NTT khususnya yang ada di Dapil Flores supaya betul-betul sangat mempertimbangkan dalam hal memilih calon yang tidak punya kualitas sebaiknya jangan dipilih. Karena itu akan sangat memalukan, kira-kira seperti itu,” papar Didinong.

Sedangkan Ketua DPP Jo’mari Flobamora Samuel Lobo menyerukan kepada masyarakat NTT agar selektif memilih wakil anggota DPR RI sesuai aspirasi mereka, punya kepribadian dan etika sesuai harapan masyarakat NTT.

“Jadi memang terus terang dalam gonjang ganjing politik kemarin apapun akan berdampak bagi kami NTT. Oleh sebab itu sebagai orang NTT kita mau menampilkan kedepan memang benar-benar orang yang aspiratif. Orang yang sesuai dengan kepribadian NTT. Bagi siapapun dia yang telah terkontaminasi dengan hoaks-hoaks yang sudah beredar kamipun menyerukan kepada saudara-saudara kami di daerah agar lebih selektif memilih wakilnya sehingga nama kami, daerah kami itu terangkat. Bahwa itu karena kebijakan kita yang kita harapkan NTT akan mempersembahkan kepada Republik ini manusia-manusia yang berkualitas dan beretika,” ujar Samuel.

Celestino Reda yang saat ini menjabat selaku Sekretaris Satu di Relawan Jo’mari Flobamora menyebut kasus berita bohong atau hoaks tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama para elite di negeri ini.

“Jadi, yang pertama kalau kita lihat dari peristiwa Ratna Sarumpaet khususnya sehubungan dengan calon presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, menurut kami beliau sebagai Pemimpin telah melakukan tindakan yang ceroboh. Yaitu hanya berbekal keterangan dari satu orang yaitu Ratna Sarumpaet, beliau sebagai calon pemimpin negara melakukan konferensi pers yang menerangkan bahwa Kak Ratna telah mengalami penyiksaan dari orang yang tidak dikenal dan mengatakan tindakan itu sebagai tindakan represif dan biadab. Seolah-olah peristiwa itu memang pernah terjadi. Padahal sebagai mantan Danjen Kopassus dan lama malang melintang di dunia militer harusnya beliau sangat hati-hati dalam membuat pernyataan. Setidaknya beliau harus mengkroscek ke pihak lain, misalnya soal visum atau soal keberadaan beliau di Bandung itu benar atau tidak karena beliau ini adalah calon pemimpin bangsa jadi harus sangat hati-hati, bukan sifatnya ceroboh atau reaktif. Tapi yang dilakukan Prabowo itu tidak bisa terbantahkan sekarang. Dia pun tidak bisa membantah bahwa dia bukan calon pemimpin yang baik untuk Indonesia. Itu satu peristiwa yang mungkin diizinkan Tuhan terjadi supaya masyarakat Indonesia bisa membuka matanya kalau memilih pemimpin seperti ini betapa berbahanya kita. Karena mungkin selain ceroboh pernyataan itu keluar dari rasa benci. Karena kebencian jadi tidak lagi mempertimbangkan sesuatu dengan sebaik-baiknya tapi langsung menyatakan sesuatu yang dalam perspektif orang politik akan mengatakan bahwa inilah pemerintahan Jokowi yang represif. Menurut Pak Prabowo itu kurang layak dipilih sebagai pemimpin negara. Nah khusus untuk Dapil NTT menyambung seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Umum kami, kami juga mendorong agar masyarakat NTT memilih calon legislatif yang memang selama ini terlihat berbuat untuk rakyat. Membela kepentingan orang NTT baik yang ada di NTT maupun seperti kami yang ada diperantauan ini. Karena karakter membela, memperhatikan sesama manusia itu karakternya Pak Jokowi yang dia tunjukkan dalam berbagai kegiatan yang dia lakukan,” kata Celestino Reda.

Sedangkan Ketua Bidang Kerohanian Relawan Jo’mari Flobamora, Pendeta DR. Sulaiman melihat bahwa pemimpin bangsa harus amanah yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus menjadi contoh dan panutan yang baik bagi generasi selanjutnya.

“Kami dari segi rohani melihat bahwa negara ini bukan beragama karena pemimpin bangsa ini adalah alat Tuhan Allah supaya bangsa ini damai. Bangsa ini sejuk karena pemimpin bangsa sebagai alat Tuhan, maka generasi mereka juga akan membaca apa yang dilakukan oleh pemimpin, apa yang dilakukan oleh pejabat supaya yang terbaik. Karena bagi saya hati-hati kita sebagai pemimpin. Disaat kita mencari kekuasaan, iblis atau setan dia berusaha ikut campur. Ikut campur dalam segala sesuatu. Amanah yang dilakukan setiap pemimpin adalah yang baik, tapi amanah setan adalah menghancurkan bangsa ini. Pesan kami di bidang kerohanian adalah agar bangsa ini aman, bangsa ini damai, bangsa ini menjadi contoh buat bangsa yang lain. Negara ini bukanlah negara agama tapi negara Pancasila yang kita pegang dan junjung tinggi. Oleh karena itu jangan terjadi lagi kepada pemimpin-pemimpin yang lain. Pesan kami bidang kerohanian setiap anak bangsa yang menjadi pemimpin jadilah anak bangsa yang beriman yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang kedua jadilah contoh dan teladan, karena setiap generasi akan membaca mereka. Yang ketiga jadilah pemimpin bangsa ini yang sungguh-sungguh menjalankan ajaran agamanya yang baik. Maka generasi kita akan menjadi contoh yang baik,” tandas Pendeta DR. Sulaiman.

Berikut ini lampiran pernyataan sikap mereka yang dibacakan saat sesi jumpa pers:

Pernyataan Sikap
Relawan Jo’mari Flobamora

Pada tanggal 2 Oktober 2018 muncul informasi di sebuah facebook milik Swary Utama Dewi. Dalam facebook tersebut terdapat foto Ratna Sarumpaet dengan wajah babak belur dengan keterangan Ratna Sarumpaet habis dipukul oleh 3 orang tak dikenal. Politisi Gerindra yang juga mantan artis Rachel Maryam ikut memviralkan postingan tersebut di akun sosialnya. Politisi Gerindra lainnya Fadli Zon melalui akun twitternya @fadlizon menuliskan Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan dan dikeroyok dua sampai tiga orang. “Jahat dan biadab sekali tulis Fadli Zon. Calon Wakil Presiden Sandiago Uno ikut mengamplitudo kabar tersebut dengan mengatakan Ratna Sarumpaet telah disiksa orang tak dikenal dan mengatakan Ratna Sarumpaet tidak berani melaporkan kasus tersebut ke polisi karena dia diancam.

Puncaknya Calon Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan Konfrensi Pers pada 3 Oktober 2018 di Jakarta. Prabowo menurutkan bahwa Ratna Sarumpaet telah dipukul oleh orang tak dikenal di Bandung pada 21 September 2018. Karena diancam, Ratna Sarumpaet tidak berani melaporkan pemukulan yang dialaminya ke polisi. Prabowo mengatakan tindakan tersebut sebagai tindakan represif dan biadab.

Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Hasilnya: polisi tidak menemukan jejak Ratna di Bandung pada tanggal 21 Septmeber 2018. Artinya aksi penyiksaan kepada Ratna di Bandung itu, tidak pernah ada. Belakangan polisi menemukan CCTV yang menunjukkan bahwa pada tanggal 21 September 2018 berada di Rumah Sakit Bina Estetika di Menteng Jakarta Pusat, melakukan operasi plastik.

Belakangan Ratna Sarumapet mengaku bahwa ia telah berbohong mengatakan dirinya disiksa orang tak dikenal di Bandung. Polisi mengamini hasil penyelidikan polisi yang menyebutkan pada tanggal 21-24 September 2018 ia melakukan operasi plastic di Rumah Sakit Bina Estetika.

Perbuatan hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dengan menipu masyarakat Indonesia bahwa yang bersangkutan siksa oleh orang tak dikenal, telah menimbulkan berbagai reaksi dalam masyarakat. Prabowo Subianto sebagai salah satu Calon Presiden dengan sangat ceroboh langsung melakukan konfrensi pers dan menyatakan bahwa ada tangan tangan jahat yang secara biadab telah menyiksa Ratna Sarampaet. Tokoh lain yang tak kalah cerobohnya seperti Benny Kabur Harman, bahkan menuduh Presiden Jokowi memelihara preman-preman yang disinylir sebagai penganiaya Ratna Sarumpaet.

Belakangan, Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui sendiri bahwa cerita soal penganiayaan atas dirinya adalah berita bohong atau hoax. Menyaksikan calon calon pemimpin Indonesia yang sangat ceroboh dalam melakukan sikapnya, maka kami Relawan Jo’mari Flobamora ingin menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menyesalkan sikap dari Calon Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang secara ceroboh dan tidak hati hati dalam membuat pernyataan kepada masyarakat sehubungan dengan HOAX yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. Sebagai mantan Danjen Kopasus dan tokoh yang sudah malang melintang di dunia militer, harusnya Prabowo Subianto melakukan cross cek yang lebih akurat kepada sejumlah terkait agar pernyataannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Namun nyatanya dengan hanya bermodalkan keterangan dari Ratna Sarumpaet saja, Prabowo Subianto dan antek-anteknya langsung membuat konfrensi pers yang mencitrakan pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang suka melakukan kekerasan. Dengan cara bertindak seperti itu, kami meyakini Prabowo Suabiato tidak layak menjadi Presiden RI karena terbukti sangat ceroboh dalam bertindak dan bersikap.

2. Kami orang NTT ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden Joko Widodo atas pernyataan tidak terpuji dari salah satu putra NTT Benny Kabur Harman yang telah menuduh Presiden Jokowi sebagai pemelihara preman. Sebuah pernyataan yang sangat cereboh dan memalukan sebab terbukti bahwa pernyataan itu dibuat berdasarkan berita bohong. Menurut kami Benny Kabur Harman juga tidak layak untuk dipilih lagi sebagai Anggota DPRRI sebab terbukti memiliki nurani pembenci dan tidak layak mewakili masyarakat NTT yang cinta pada kebenaran dan berdamai dengan semua pihak.

3. Kami terus mendorong pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai setuntas tuntasnya, termasuk mengusut pihak pihak yang ikut mendukung Ratna Sarumpaet melakukan berita bohong tersebut. Kami pastikan Relawan Jo,mari Flobamora akan berada di belakang pihak kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan menghukum mereka yang bersalah.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Atas perhatian semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 6 Oktober 2018

Hormat kami

Ketua Umum

Mikael Umbu Zasa, S.E

Sekretaris Umum

Drs. G.F. Didinong Sae.(Erwin)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *