Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Koordinator KAPAK Laode mengungkapkan, selama ini publik jarang menyorot kinerja OJK. Padahal, lembaga ini tercatat memiliki aset yang sangat besar, mencapai lebih dari Rp 7,6 triliun pada tahun 2017. Dengan total aset sebesar itu, tentu publik perlu mengetahui transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan di OJK yang selama ini terkesan tertutup.

“Perlu diketahui, berdasarkan temuan-temuan dari lembaga audit negara, patut diduga manajemen OJK telah melakukan miss management atau salah urus yang berpotensi menimbulkan inefisiensi/pemborosan dan juga berindikasi pada kerugian negara. Salah satu hal yang disorot adalah OJK selama ini tidak melakukan upaya pembangunan gedung kantor pusat secara bertahap dan terencana, sehingga mengandalkan sewa gedung kantor,” kata Laode kepada Media Indonesia Raya di Jakarta, Rabu (10/10).

Ia menjelaskan, gedung kantor yang selama ini dipakai OJK untuk melakukan operasional adalah Gedung Wisma Mulia 1 dan Gedung Wisma Mulia 2. Di sinilah letak FRAUD dan ketidakpecusan manajemen OJK antara lain sebagai berikut:

1) OJK harus mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 412,3 miliar guna membayar sewa gedung Wisma Mulia 1 dan Rp76,9 miliar untuk sewa Gedung Wisma Mulia 2. Berdasarkan data temuan audit, terdapat indikasi kerugian minimal sebesar Rp63,2 miliar yang tidak dimanfaatkan yaitu seluas 64.756,41 m2.

2) Pengadaan Jasa Konsultansi Sebesar Rp1.1 miliar mubazir karena tidak seluruhnya dimanfaatkan sehingga terdapat indikasi kerugian sebesar Rp1,1 miliar.

Sehubungan dengan temuan tersebut, KOMITE AKSI PEMUDA ANTI KORUPSI akan melaporkan hal ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian atas miss management dan indikasi kerugian negara dalam ihwal sewa menyewa gedung dan biaya jasa konsultasi sebagaimana di atas.

“Kami akan melaporkan ke KPK Jumat (10/10) nanti dan mendesak Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso untuk memberikan keterangan secara resmi kepada elemen masyarakat atas adanya indikasi korupsi ini,” ujar Laode menutup pesan singkatnya.(Erwin)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!