Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Sebanyak 200 pemuda dari berbagai daerah, latar belakang pendidikan dan ekonomi, suku, agama dan kepercayaan, identitas-ekspresi gender, serta orientasi seksual yang berbeda, berkumpul menyuarakan aspirasinya melalui Sumpah Pemuda Milenial 2018. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari pada tanggal 27-28 Oktober di lakarta ini merupakan upaya untuk merefleksikan kembali gagasan-gagasan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928 silam, yang tahun ini memasuki usia 90 tahun, yakni nilai keberagaman dan toleransi. Hal ini juga berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan Sosial. Jika 90 tahun lalu musuh pemuda adalah kolonialisme di era ini musuh bersama adalah intoleransi dan diskriminasi.

Sembilan puluh tahun lalu dalam Kongres Pemuda ll, pemuda dari berbagai golongan dan kelompok bersatu merumuskan arah perjuangan pemuda lndonesia. Mereka menggunakan persatuan sebagai pemantik perlawanan kolonialisme menuju Indonesia merdeka. Tanpa takut, sekelompok pemuda di iringi lagu Indonesia Raya yang tanpa syair, mendorong terjadinya perubahan. Mereka berkumpul mendeklarasikan ikrar setia terhadap tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.

Sembilan puluh tahun lalu, pemuda Indonesia berjuang merebut kemerdekaan bangsa dan merumuskan arah perjuangan. Kali ini, pemuda berkumpul kembali untuk memaknai kembali gagasan Pancasila sebagai ideologi untuk merebut masa depan bangsa. Tak dipungkiri, pemuda berjumlah lebih dari 62 juta jiwa menempati lebih dari satu per empat penduduklndonesia. Pemuda akan menjadi pemimpin kini dan nanti sebagai sosok di balik arah perubahan bangsa.Tak hanya ucap semata, pemuda yang terlibat merupakan representasi dari berbagai organisasi yang telah bergerak di berbagai level pembangunan. Pemuda yang terlibat merasa bahwa tak mungkin lndonesia emas 2045 tercapai tanpa pemuda yang bekerja secara kolaboratif.

Pada 27-28 Oktober 2018, pemuda lintas organisasi dan individu berkumpul di bawah koordinasi Aliansi Remaja Independen yang bekerja sama dengan organisasi pemuda lainnya seperti Fokus Muda, Independent Young Forum Papua, Perkumpulan Pamflet, Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Ul, Sanggar Swara, Rutgers WPF Indonesia, Yayasan Kesehatan Perempuan, YlFoS (Youth lnterfaith on Sexuality), Rumah Faye, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, dan beberapa organisasi remaja lainnya.

Pada 27 Oktober 2018, rangkaian kegiatan Sumpah Pemuda Milenial dilaksanakan di Hotel Aone Jakarta yang meliputi Orasi untuk Indonesia, Ruang Dialog Muda, dan Festival Sumpah Pemuda.

Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua pada Car Free Day di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, berupa senam pagi dan hiburan musik akustik permainan interaktif dan orasi dari perwakilan pemuda. Pada akhir acara, pemuda menyampaikan Deklarasi Sumpah Pemuda Milenial yang merupakan komitmen pemuda terhadap pembangunan.

“Saat ini orang muda dihadapkan pada permasalahan yang membelenggu masa depan lndonesia. Politik adu domba dan intoleran kian menguat. Hal ini berpotensi menjerat masa depan orang muda. Untuk itu, Sumpah Pemuda Milenial adalah momen untuk merebut kembali masa depan, untuk Indonesia yang damai dan sejahtera,” ujar Almira Andriana

“Melalui Sumpah Pemuda Milenia, kami mengupayakan konsolidasi pemuda terbesar dengan mimpi menyatukan visi agar tercapainya Indonesia yang damai dan sejahtera Pemuda sebagai motor penggerak perubahan, dengan semangat perjuangannya yang sama kami ingin mengartikan kembali makna sumpah pemuda selama 90 tahun ini menjadi suatu janji yang baru untuk Indonesia di masa mendatang, yaitu menjadi masyarakat yang hidup merdeka dari intoleransi dan diskriminasi sistemik yang membelenggu demokrasi,” tutur Fatimah Azzahro.

Berikut ini isi dari Deklarasi Sumpah Pemuda Milenia!

Kami, pemuda Indonesia, mengakui keberagaman masyarakat Indonesia. Kami, pemuda Indonesia, menjunjung tinggi perdamaian dan kesetaraan.

Kami. pemuda Indonesia, menegakkan perlindungan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kami, pemuda Indonesia, mengaku kehidupan berbangsa yang toleran dan adil. Kami, pemuda Indonesia. menjunjung tinggi kebebasan berserikat pemuda. Kami, pemuda Indonesia berkomitmen untuk terlibat aktif dalam pembangunan.

Kami, pemuda Indonesia, menentang segala bentuk kekerasan dan diskriminasi di tanah Indonesia.

Kami, pemuda Indonesia, menegakkan kelestarian dan keseimbangan alam di bumi Indonesia.

Kami, pemuda Indonesia. berkomitmen merebut kembali masa depan Indonesia yang damai dan sejahtera!.(Erwin)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *