Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional, Endless Indonesia,
penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi, bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI),
hari ini menggelar Diskusi Sesi BERBAGI (Bersama Bahas Pendidikan Bagi Negeri) dengan topik
“Integrasi Teknologi untuk Kemajuan Pendidikan” di Hotel Harris, fX Sudirman. Diskusi santai dan
interaktif ini menghadirkan tiga narasumber dari tiga komunitas pendidikan berbasis teknologi, yaitu
Wilita Putrinda (Inibudi.org), Rizky Muhammad (Youth Manual), dan Sulasmo Sudharno,
(Aksaramaya), serta dipandu oleh moderator Novita Angie.

Pesatnya perkembangan teknologi telah memberikan dampak positif bagi pendidikan Indonesia. Lewat
kehadiran teknologi, proses belajar mengajar dapat berlangsung di manapun dan kapanpun melalui
komputer, laptop atau gawai lain. Namun, ketersediaan, akses, dan penguasaan teknologi – bukan
hanya yang sifatnya perangkat keras namun juga piranti lunak – masih menjadi pekerjaan rumah
prioritas, utamanya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal Indonesia.

“Ada tiga tantangan terbesar bagi dunia pendidikan khususnya bagi guru Indonesia di era pendidikan
4.0 ini, yaitu inovasi, adaptasi, dan budaya. Pemanfaatan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar
yang terintegrasi dengan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM) saat ini
semakin dibutuhkan. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Ikatan Guru Indonesia (IGI) telah
memberikan pelatihan pembelajaran digital berbasis teknologi kepada lebih dari satu juta guru di
Indonesia. Kendala yang dihadapi oleh para pelatih IGI antara lain koneksi internet yang belum optimal,
khususnya di luar Pulau Jawa. Inilah tantangan besar yang harus disikapi,” jelas Danang Hidayatullah,
Pengurus dan Direktur School To School Training (STST) Program Ikatan Guru Indonesia (IGI) DKI Jakarta.

Berkaca pada hal tersebut, Paul Soegianto, Country Manager Endless Indonesia, mengatakan bahwa
teknologi sebagai sarana penunjang untuk pendidikan harus dapat diakses oleh semua kalangan
masyarakat.

“Teknologi edukasi tidak boleh eksklusif hanya untuk kalangan tertentu. Untuk itu, kita memerlukan perangkat teknologi edukasi yang efisien, efektif, terjangkau, serta dapat bekerja tanpa infrastruktur internet, terutama untuk wilayah-wilayah, di mana infrastruktur internet masih sangat terbatas,” katanya.

Paul menambahkan, “Endless memberikan solusi yang tepat untuk tantangan tersebut.

Sebagai komputer edukasi, Endless mempunyai all-in-one solution yang tidak hanya mempunyai operating
system yang mudah digunakan, ringkas dan tidak memerlukan komputer mahal, tetapi juga mempunyai
aplikasi untuk belajar dan bekerja, seperti aplikasi office, ensiklopedia offline, buku teks, video, hingga games edukasi untuk pembelajaran coding.”

Di luar kebutuhan bagi peningkatan infrastruktur, kolaborasi pemerintah dan swasta dengan para pegiat
dan komunitas pendidikan untuk menyediakan konten yang bermanfaat melalui medium teknologi, menjadi kunci penting bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

Saat ini geliat komunitas dan model bisnis berbasis teknologi yang membangun platform bagi dunia
pendidikan makin besar. Sulasmo Sudharno, CEO Aksaramaya dan pengembang iLibrary, aplikasi
perpustakaan digital berbasis media sosial pertama di Indonesia, mengatakan, “Teknologi dapat
membantu peserta didik dalam belajar berbagai hal secara luas, menjadikan kegiatan belajar menjadi
lebih personal dan dilakukan secara mandiri, serta tidak terpaku pada medium-medium yang klasik
seperti buku teks, alat peraga, dan sebagainya. Alternatif buku dalam bentuk digital inilah yang kami
tawarkan melalui Aksaramaya.”

Wilita Putrinda penggagas Inibudi.org, penyedia konten pendidikan dalam bentuk video pembelajaran,
menjelaskan, “Salah satu masalah besar di dunia pendidikan di Indonesia adalah kurangnya fasilitas
dan kesempatan untuk mengadaptasi serta mempraktikkan materi pelajaran atau bekal pendidikan dalam konteks nyata di lapangan. Peluang ini merupakan salah satu hal yang dapat diisi oleh para
pegiat dan komunitas pendidikan dengan menciptakan inovasi pada berbagai macam platform, dengan memanfaatkan teknologi. Kami di Inibudi.org mencoba membuka wawasan pelajar dan pemuda melalui
konten pembelajaran digital dan video-video tentang berbagai profesi di dunia kerja.”

Senada dengan hal tersebut, Rizky Muhammad penggagas Youthmanual.com, platform persiapan kuliah dan karier online berbasis data, mengungkapkan, “Terdapat kesempatan yang begitu besar
bagi berbagai pihak di bidang pendidikan untuk bekerjasama dalam membuka peluang, meningkatkan
produktivitas, menciptakan lapangan kerja dan memberikan layanan publik yang lebih efektif – dengan
bantuan teknologi, seperti yang dilakukan oleh Youthmanual.com.”

Novita Angie menutup sesi dengan menegaskan, “Berbagai pihak dapat berbagi pengetahuan secara
cepat dan tepat kepada mereka yang membutuhkan, mewujudkan kolaborasi antara komunitas, sektor
swasta dan pemerintah, serta mengambil langkah-langkah inovatif lainnya demi pembelajaran yang
lebih baik.”

Para narasumber sepakat bahwa pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan harus selaras dengan tujuan pendidikan itu sendiri.

Teknologi perlu digunakan secara piawai sebagai alat bantu, untuk mengelola berbagai informasi dan khazanah pengetahuan, serta untuk saling terkoneksi satu sama lain secara lebih erat.
Peran guru juga harus semakin kokoh, bukan sebagai figur yang tergantikan oleh teknologi, namun tetap sebagai pendidik sejati.

Pemanfaatan teknologi akan menjadi sia-sia apabila peserta didik tidak dibekali dengan keterampilan kognisi dan berpikir tingkat tinggi, keterampilan interpersonal, kolaborasi dan sosioemosional yang baik, serta adaptasi yang positif.(Erwin) 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *