Spread the love
Foto : Erwin 

Jakarta,  Media Indonesia Raya – Gerakan Pemimpin Bersih (GAPSI)  melaksanakan perayaan natal bertempat di Kantor Sekretariatnya Jl. Perjuangan No. 77, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (29/12).

Perayaan natal ini dihadiri oleh Perwakilan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Mustar Bonaventura Manurung, Ketua Pembina GAPSI, Andreas Rehiary, Ketua Umum GAPSI, Sorta Catalina Hutagalung, Caleg Partai Nasdem Dapil Jakarta IX, Yohanes Hiba Ndale, Pengurus/Anggota GAPSI dan Para Pimpinan/Utusan Organisasi Perkumpulan Relawan Jokowi.

Ketua Umum GAPSI Sorta Catalina Hutagalung mengatakan perayaan natal kali ini mengambil tema ‘Natal yang berdampak bagi keutuhan bangsa’.

“Tema ini kita ambil untuk kebaikan bangsa ke depan. Dimana keutuhan bangsa harus kita jaga bersama.  Karena ini sangat penting, sebagai bangsa yang besar kita harus bersama-sama menjaganya,” kata Sorta usai perayaan Natal.

Sorta Hutagalung mengatakan bahwa perayaan natal mereka kali ini dirayakan secara sederhana sesuai dengan motto GAPSI menjaga keutuhan negeri ini.

“Saya prihatin melihat begitu mudahnya bangsa kita dipecah-pecah terutama dengan hoaks yaitu sosial, ekonomi, agama. Dan itu akan meruntuhkan bangsa kita secara singkat. Kita harus utuh lagi berdasarkan Pancasila. Sedangkan kebhinnekaan itu adalah unsur yang sangat kuat di negeri ini, sehingga kita seharusnya tidak lagi mengatakan bahwa kita ini orang Banten, orang Jawa,  orang Madura atau Dayak, tapi kita ini orang Indonesia. Kita tidak akan pernah eksis sebagai satu bangsa jika kita hanya menonjolkan kesukuan kita,” imbuh Sorta kepada reporter Media Indonesia Raya.

Acara Perayaan Natal dimeriahkan dengan Ibadah serta perenungan firman Tuhan yang di sampaikan oleh Pendeta Origenes Dani, S.Th yang dalam kotbahnya mengatakan bahwa manusia setelah memberontak kepada Allah dan jatuh kedalam dosa, maka otoritas atau hak istimewa mereka dicabut dan diambil alih kembali oleh Allah.

“Upah dosa adalah maut atau kematian, termasuk mati rohani dan jasmani. Adam dan keturunan laki-lakinya akan bekerja keras dan berpeluh seumur hidupnya,  sedangkan keturunan Hawa yang perempuan akan bersusah payah untuk mengandung dan melahirkan keturunan mereka. Setelah itu manusia tidak mampu lagi melawan kejahatan, pemberontakan termasuk hidup rukun dan damai dengan sesamanya,” ujar Pendeta Origenes Dani.

Jalan atau solusi terbaik menurut Pendeta Origenes Dani, S.Th, manusia harus bertobat dengan menjauhi segala kejahatan dan menjalankan perintah Tuhan.(Erwin) 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *