Spread the love

Foto : Rudi

Jakarta, Media Indonesia Raya – Launching dan Bedah Buku “Prabowo-Sandi di Mata Mileneal ” Telaah Pemikiran dan Perjuangan Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Adil Makmur di Cikini Jakarta, Sabtu (2/4/19). Dengan panelis Mayjen (Purn) Musa Bangun dan dihadiri Direktur Relawan BPN Prabowo Sandi yang juga mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Ferry Mursyidan Baldan.

Penulis  Prabowo-Sandi di Mata Mileneal ” Telaah Pemikiran dan Perjuangan Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Adil adalah Riyanda Barmawi, Haris Samsudin dan  Muh Jusrianto.

Penulis buku Riyanda Barmawi dalam paparannya mengatakan motif idiologis berfihak kepada pemikiran. Sekilas dari cover apakah Prabowo Sandi masuk kaum mileneal. Anak-anak yang lahir 1980-2000 adalah kaum mileneal. Prabowo dan Sandi tidak mileneal secara demografis. Figur Sandi mampu menjawab kebutuhan kaum mileneal. Sandi dengan kegiatannya mampu mengkonsolidasikan kaum muda. Sandi adalah  figur mileneal. Prabowo sebenarnya  orang terbuka terhadap perubahan zaman.

Jika  negara tidak  mampu memproteksi bangsanya akan terjadi kegagalan / chaos.  Prabowo mengagas kedaulatan bangsa. Keberpihakan  Prabowo kepada  kaum mileneal terwakili figur Sandi. Yang membedakan tidak ada buku menuliskan gagasan  Prabowo. Kami hadir mengakumulasikan pemikiran  Prabowo Sandi untuk kemajuan bangsa. Penulusan buku ini tidak lepas penjajakan pendapat dari orang sekitar  mencari jejak pemikiran.

Penulis II Haris Samsudin mengatakan

awalnya kami pendukung Jokowi sangat militan. Awalnya kami mengira Jokowi  akan mengurai problema bangsa dan harapan  baru. Faktanya sudah terbantahkan karakternya yang populis.  Apa yang  kita harapkan waktu itu terbalik dan kenyataannya tidak  sesuai. Buku ini lahir dari frustasi kepada Jokowi. Kami menulis buku ini seobjektif mungkin.  Hampir sebagian besar isinya pernah kami  muat di media.

Kami memotret dinamika kontestasi pilpres.  Buku ini kelanjutan cerita yang memuat gagasan pemikiran kebangsaan. Membedah karya Prabowo Paradox Indonesia. Prabowo mengungkap banyaknya kekayaan alam yang dibawa  keluar negeri.  Hampir 11.000 Triliun dana  di luar negeri.  Bocor yang  dimksud adalah  bocornya uang negara.

Awal-awal  Jokowi menjanjikan kedaulatan  pangan tapi kenyataannya beras kita impor dan alasan yang diberikan pemerintah tidak masuk akal.

Impor ekspor kita tidak seimbang dan dimana  peran Pemerintah ungkap Haris.

Muh Jusrianto penulis III dalam paparannya mengatakan dalam  buku  ini terkait kebijakan Luar Negeri dunia global. Hal yang perlu difahami defisit transaksi neraca  berjalan  Stagnan tidak ada penampakan signifikan dalam investasi. Prabowo Sandi mencoba  untuk mensetop impor pangan pungkasnya.(rd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *