Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Berdasarkan hasil survei dari salah satu lembaga survei nasional dari 9 program Nawa Cita Presiden Joko Widodo, program Dana Desa menjadi program yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat. Bahkan lembaga survei tersebut menyebutkan tingkat kepuasan publik terhadap Dana Desa mencapai 60 persen.

Sedangkan untuk pemanfaatan Dana Desa itu sendiri telah bergulir sejak tahun 2015 sebagai implementasi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan PP No.60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN menyajikan fakta tak terbantahkan yaitu pembangunan Indonesia bergerak serentak dari Sabang hingga Merauke dan dari Sangihe sampai Pulau Rote sesuai Visi Nawa Citanya Presiden Jokowi.

Relawan sebagai mata dan telinga nya Jokowi dilapangan diharapkan mampu memonitor keberhasilan program Dana Desa.

Salah satu organ relawan pendukung Jokowi yang terus aktif dan konsisten mengawasi jalannya program Dana Desa adalah Satria Muda Andal Nusa atau SAMAA.

“Hari ini kami berada di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Tujuan kami disini adalah melakukan identifikasi pembangunan desa sebagai bentuk komitmen kami sebagai relawan Pak Jokowi terus mendukung dan mengawal program Nawa Citanya Beliau, salah satunya program dana desa,” kata Ketua Dewan Pembina Satria Muda Andal Nusa, Ir Feriko Sitepu, M.PWK kepada media di Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/6/2019).

Menurut Feriko kegiatan identifikasi kebutuhan dalam rangka pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, dan hal-hal yang perlu dalam rangka pembangunan desa tertinggal itu mutlak dilakukan terutama menemukan masalah di Desa Kalong Liud, Bogor yang memiliki luas wilayah 325 hektar dan jumlah penduduk sekitar 9000 jiwa itu.

“Untuk tahap awal kami menemukan dan mengidentifikasi beberapa isu dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa Kalong Liut yaitu perlunya mereka diberikan pelatihan vokasional berupa potensi lokal seperti bambu, padi, pisang,” tutur Feriko.

“Temuan kami yang lain yaitu perlunya infrastruktur pembangunan desa tertinggal dalam bentuk pembangunan jalan, dinding penahan longsor, rumah tidak layak huni, umbung desa. Juga masih kami temukan ada warga masyarakat masih belum mendapat Kartu Indonesia Pintar dan BPJS. Tapi secara keseluruhan berdasarkan pengamatan kami, kegiatan pembangunan desa oleh Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemda Bogor sudah berhasil,” imbuh Feriko.

Menurut Feriko, Satria Muda Andal Nusa (SAMAA) yang diketuai Roro Handayani dan sudah berdiri di 17 Provinsi ini berharap agar Pemerintah Daerah Bogor dan Pemerintah Pusat termasuk instansi terkait mendukung penuh kegiatan identifikasi yang dilakukan relawan tidak hanya di Desa Kalong Liud Bogor saja tapi ke desa-desa lainnya seluruh Indonesia.

“Kita ini khan mitra mereka (Pemda dan Pemerintah Pusat). Jadi kami berharap dukungan mereka terhadap kerja relawan jelas sangat kami butuhkan saat ini yakni dalam rangka menjalankan
fungsi pengawasan program Dana Desa untuk mendukung setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa tersebut. Jadi kami berada disini untuk memastikan berjalannya program Nawa Cita nya Pak Jokowi. Jika ada temuan berupa masalah dan sebagainya pasti secepatnya akan kami sampaikan ke beliau (Pak Jokowi),” tandas Feriko.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *