Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Sekitar 2000 pasukan adat se nusantara dan kepala adat nusantara mengucapkan sumpah setia pada Pancasila dan Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

Ikrar dan sumpah setia masyarakat adat nusantara bertujuan agar selalu mengawal dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan NKRI untuk menangkal radikalisme dan intoleransi.

Acara ikrar masyarakat adat nusantara kepada Pancasila dan Indonesia digagas oleh Keluarga Besar Patriot Manguni Makasiouw dan Dewan Adat Manguni.

Penanggung Jawab Tunggal acara ikrar masyarakat adat nusantara, R. Haidar Alwi mengatakan acara ikrar setia kepada Pancasila dan Indonesia sekaligus mengawal pemerintahan Jokowi untuk periode 2019-2024.

“Sehubungan dengan maraknya radikalisme di Indonesia maka saya dengan teman-teman terpanggil dan berinisiatif bersama kepala adat seluruh Indonesia kita mengucap ikrar setia kepada NKRI dan siap mendukung pemerintahan Jokowi 2019-2024 untuk secara aktif memberantas radikalisme dan memberangus habis radikalisme dari bumi Indonesia,” kata Haidar kepada Media Indonesia Raya.

Menurut Haidar salah satu tujuan dari diadakannya sumpah setia dari seluruh ketua adat nusantara se Indonesia adalah menunjukkan kepada dunia internasional dan pemerintah bahwa semua ketua adat se Indonesia mendukung pemerintah dengan penuh dengan semangat untuk memberantas radikalisme dan intoleransi dari bumi Indonesia serta kebudayaan Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

“Kita jangan sampai terpengaruh oleh kebudayaan luar baik itu Arab dan lain-lain. Negara kita minta menjadikan kebudayaan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Untuk itu kita mengumpulkan semua ketua adat agar bersatu padu bersumpah setia hari ini kepada NKRI dan kita minta supaya semuanya bergandengan tangan untuk memberantas radikalisme dan intoleransi. Termasuk pemerintah Jokowi juga ikut komit memberantas radikalisme dari Indonesia,” papar Haidar.

Kepada Keluarga Besar Patriot Manguni Makasiouw dan Dewan Adat Manguni Haidar menitip pesan agar kedua organisasi ini menjadi wadah untuk mengaktifkan kembali kebudayaan nasionalis dari gempuran kebudayaan asing.

“Kita akan jalan terus dan melalui organisasi ini yang sudah ada wadahnya kita aktifkan kebudayaan kita sehingga kebudayaan asing yang selama ini masuk ke Indonesia tidak mampu mempengaruhi rakyat Indonesia. Kita ingin rakyat Indonesia harus sadar bahwa kita sudah hampir 20 tahun terjajah oleh budaya asing. Nah sekarang kita minta supaya budaya Indonesia itu menjadi tuan rumah di negara kita sendiri, dan intinya kita minta supaya dijaga betul oleh ketua adat seluruh Indonesia. Selain itu khilafah yang bertentangan dengan Pancasila harus diberangus habis dari bumi Indonesia. Dan kita minta pemerintahan Jokowi jangan ragu-ragu menindak oknum-oknum yang membawa kebudayaan Arab karena tidak sesuai dengan Pancasila dan NKRI,” pungkas Haidar.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *