Spread the love

Mahawan Karuniasa (kanan) Ketua Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia dalam APIK Indonesia Network International Conference ke 2 di Jakarta, Kamis (22/8). (Foto: Humas KLHK).

Jakarta, Media Indonesia Raya – Beberapa kajian awal menunjukkan bahwa Indonesia berada pada jalurnya untuk memenuhi komitmen pengendalian perubahan iklim sesuai kesepakatan Paris atau Paris Agreement.

Hal ini disampaikan Mahawan Karuniasa, Ketua Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia dalam APIK Indonesia Network International Conference ke 2 di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta,
Kamis, 22 Agustus 2019.

“Namun demikian Indonesia perlu memperhatikan pentingnya komunikasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan Indonesia maupun untuk memenuhi kerangka transpansi sesuai kesepakatan Konferensi Perubahan Iklim. Karena berdasarkan Emission Gaps Report dari UN Environment tahun 2018, status Indonesia dinyatakan unclear, padahal China dan Brazil dicatat on track, bahkan India dinyatakan akan melampaui target komitmennya di tahun 2030,” kata Mahawan.

Pasalnya menurut Mahawan, global emisi gas rumah kaca masih meningkat, dan mencapai 53,5 Giga ton CO2 ekuivalen di tahun 2017, dan belum menunjukkan mencapai puncaknya.
Sedangkan untuk mencapai target dibawah 2 derajad Celsius, emisi global harus berada di bawah 40 Giga ton CO2 ekuivalen, bahkan tidak boleh lebih dari 24 Giga ton CO2 ekuivalen jika akan mencapai target dibawah 1,5 derajad Celsius.

“Oleh karena itu untuk mendukung upaya Indonesia, dalam persiapan implementasi komitmen Paris yang dimulai pada tahun 2020, maka APIK Indonesia Network akan fokus antara lain pada meningkatkan kapasitas para pihak di tingkat Subnasional. APIK Indonesia Network sendiri akan menggandeng the Carbon Institute dalam membantu para pihak di tingkat provinsi dan kabupaten untuk mampu memenuhi kerangka transparansi, seperti perhitungan karbon maupun pelaporannya,” ungkap Mahawan menambahkan.

Selain itu pada acara tersebut, APIK Indonesia Network juga memberikan penghargaan Climate Leader kepada Rachmat Witoelar, Sarwono Kusumaatmadja, dan Nur Masripatin. Penghargaan tersebut menggambarkan adanya upaya luar biasa menghadapi perubahan iklim di Indonesia.(Win) 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *