Spread the love

Aktivis dan Pemerhati Sosial Masyarakat, drg. Fransiska A. Kumurur, SpKGA bersama anak-anak penderita HIV/AIDS dalam kunjungan sosialnya ke Yayasan Lentera Solo, Minggu (1/9). Foto: Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – HIV/AIDS merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh pada manusia yang ditularkan melalui cairan dalam tubuh ataupun melalui sebuah jarum suntik. HIV/AIDS dapat menyerang terhadap manusia dewasa maupun terhadap anak-anak. Di Solo sendiri penderita HIV/AIDS dikutip dari kompas.com pada tanggal 16 Februari 2019 ada sebanyak 14 anak yang mengidap HIV/AIDS dan anak-anak tersebut terpaksa dikeluarkan dari sekolah. Untuk menampung anak-anak penderita HIV/AIDS tersebut, di Solo ada sebuah yayasan yang khusus untuk menampung anak-anak penderita HIV/AIDS, yaitu bernama Yayasan Lentera Solo.

“Hari ini saya melakukan kunjungan ke Yayasan Lentera Solo yang dipimpin dan dikelola oleh Pak Yunus Prasetyo salah satu dari tiga pengelola yayasan ini. Yayasan Lentera sendiri adalah sebuah yayasan yang khusus untuk menampung anak-anak penderita HIV/AIDS. Ada sekitar 32 anak penderita HIV/AIDS, mulai dari usia 4 bulan sampai SMA dan semuanya yatim piatu yang terdiri dari anak penderita HIV/AIDS Soloraya ditampung dan dirawat oleh Yayasan Lentera ini,” kata Aktivis dan Pemerhati Sosial Masyarakat, drg. Fransiska A. Kumurur, SpKGA kepada para wartawan dalam kunjungannya ke Solo, Surakarta, Minggu siang (1/9).

Fransiska mengatakan perhatian Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pegiat Kampanye HIV/AIDS, dan Swasta diperlukan untuk bagi ADHA. Dia menyebut masih adanya diskriminasi, pengucilan, dan stereotipe negatif pada Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA, termasuk Anak dengan HIV/AIDS atau ADHA.

“Saya datang sebagai Dokter, Aktivis dan Pemerhati Sosial Masyarakat melihat sendiri situasi dan kondisi anak-anak penderita HIV/AIDS tersebut, sungguh sangat menggenaskan nasib mereka. Oleh karena itu saya meminta pemerintah agar lebih serius memperhatikan dan mengurus para ADHA ini, agar nantinya mereka memiliki harapan yang besar menjalani hidup mereka dan tidak merasa dikucilkan,” tutur Fransiska.

Dalam kunjungan sosialnya tersebut Fransiska yang juga dicalonkan relawan Jokowi untuk maju sebagai Menteri Sosial ini menemukan masih banyak masalah yang harus diperhatikan dan menjadi perhatian serius semua pihak termasuk pemerintah. Dia menyebut fasilitas dan pelayanan sangat diperlukan untuk merawat anak-anak penderita HIV/AIDS tersebut.

“Tadi saya (drg. Fransiska A. Kumurur, SpKGA) menyumbang sedikit uang kepada Yayasan Lentera untuk digunakan dalam pelayanan anak-anak penderitaHIV/AIDS di Solo, Surakarta. Terus terang, saat ini mereka membutuhkan dukungan pemerintah secara konsisten dan berkesinambungan. Namun sampai saat ini mereka belum mendapatkan solusi untuk masalah tersebut. Pertama, pelayanan pendidikan khusus bagi ADHA disebabkan mereka merasa terisolir dan terkucil sekaligus terhina bila masih belajar disekolah dan masyarakat umum. Kedua, pelayanan medis atau kesehatan saya perhatikan masih sangat kurang karena masih banyak dokter yang mau merawat mereka. Ketiga, ketersediaan pangan dan sandang juga kurang sekali, padahal hal tersebut sangat dibutuhkan oleh mereka. Terakhir, Sumberdaya Manusia seperti pengasuh untuk anak-anak tersebut sangat kurang. Tidak seimbang dengan banyaknya pasien atau anak penderita HIV/AIDS yang harus dilayani dan dirawat. Jadi saya memohon agar mereka diperhatikan dan dibantu oleh pemerintah,” tutup Fransiska.

Berdasarkan data di Kementerian Sosial tahun 2016 merilis daftar lima provinsi dengan populasi HIV terbanyak yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Papua, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sedangkan saat ini yayasan yang bergerak untuk melayani para Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA, termasuk Anak dengan HIV/AIDS atau ADHA baru ada 2 (dua) yaitu di Solo dan Medan. Sedangkan yayasan yang khusus untuk anak usia remaja penderita HIV/AIDS sudah berdiri di beberapa wilayah di tanah air seperti Medan, Ternate dan Bogor.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *