Komunitas Merah Putih Bersama Lintas Generasi

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya РKomunitas Merah Putih bersama lintas generasi mengadakan dialog bersama dari persoalan terkait situasi terakhir. Dan berbagai isue isue nasional yang menjadi pembicaraan masyarakat luas menuju masa depan generasi mahasiswa.

Anggota DPR RI, Adian Napitupulu mengatakan banyak hal mengenai kondisi terkini, termasuk posisi Partai PDIP terhadap apakah perlu atau tidak Undang Undang KPK yang telah di sahkan oleh DPR dan pemerintah sebagai pemegang kebijakan.

Lanjutnya, persoalan lemahnya konsolidasi mahasiswa menjadi sebuah penghambat dalam proses solidaritas ditingkatan mahasiswa. “Tanpa ada proses sosialisasi dan konsolidasi di level mahasiswa, tahu tahu turun ke jalan, bagaimana bisa?,” tegas aktivis 98, di Balai Sarwono, Pasar Minggu, Jaksel (5/10)

Sedangkan Fadjroel Rachman mantan aktivis 1998 juga, menjelaskan perbedaan gerakan mahasiswa pada masa tahun 1998 dengan saat ini terkait Rancangan Undang Undang (RUU) yang ditunda oleh pemerintah karena ada beberapa hal didalam rancangan undang undang yang bermasalah dan banyak di protes oleh masyarakat.

“Mahasiswa di 98 dalam mengkritisi undang-undang dipelajari terlebih dahulu, bukan turun kejalan yang didahulukan,” pungkas Komisaris Adhi Karya ini.

Alumni Pangudi Luhur (PL) dan juga alumni Fakultas Ekonomi FEUI dalam diskusi ini menjelaskan posisi beliau di tengah kondisi politik saat ini, menurut beliau yang paling dirugikan oleh kondisi dan situasi masyarakat secara luas.

Diskusi yang dimoderatori oleh Rudi S Kamri menghangatkan suasana dalam mengembangkan wacana elemen masyarakat bersama aktivis lintas generasi.(Ams) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *