Relawan Jo’mari Flobamora Akan Kawal Pelantikan Jokowi Dengan Atraksi Seni Budaya

Spread the love

Text.Foto: Ketua Umum Jo’mari Flobamora, Mikael Umbu Zasa, SE, saat memberikan himbauan dalam acara rapat koordinasi Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) di Jakarta Pusat, Minggu malam (6/10/2019).

Jakarta, Media Indonesia Raya – Dalam hitungan belasan hari, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan digelar pada 20 Oktober 2019.

Seiring pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, para pendukung Jokowi-Ma’ruf yang berasal dari relawan maupun partai politik sudah melakukan konsolidasi untuk menyukseskan parhelatan tersebut.

Tidak ketinggalan pula relawan Jo’mari Flobamara, yang merupakan komunitas masyarakat Nusa Tenggara Timur yang tinggal dan berdomisili di Jabodetabek.

“Kami dari relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin akan datang dan turun ke jalan Sudirman dan Thamrin untuk mengawal dan mengamankan acara pelantikan bapak Presiden Joko Widodo. Kami turun karena pak Jokowi adalah presiden yang sah dan dipilih serta dimenangkan oleh masyarakat Indonesia, sehingga sesuai konstitusi harusnya secara resmi dilantik tanggal 20 Oktober untuk melanjutkan pembangunan negeri ini ke arah yang lebih baik,” ungkap Ketua Umum Jo’mari Flobamora, Mikael Umbu Zasa, SE melalui rilis yang dikirim kepada Media Indonesia Raya.

Jo’mari Flobamara yang saat ini tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) menegaskan kesiapan dalam mengawal pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, 20 Oktober mendatang. Jo’mari Flobamara tidak menampik adanya upaya-upaya yang ingin menggagalkan pelantikan tersebut melihat situasi perkembangan politik belakangan ini.

“Kami melihat adanya upaya-upaya sebagian kecil masyarakat yang ingin menggagalkan acara pelantikan bapak Presiden. Jadi kami himbau ke seluruh relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin turun ke lapangan, ke jalan, dan ke tempat-tempat strategis dengan atraksi budaya yang meliputi seni musik, seni tari, dan lagu serta poco-poco dengan mengajak masyarakat agar bersatu menyatukan langkah, hati dan pikiran menyambut bapak Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan program pembangunan 5 tahun ke depan,” paparnya.

Menurut Mikael, relawan Jo’mari Flobamara terpanggil tampil ke depan untuk menenangkan suasana yang cenderung memanas saat ini. Dia melihat pertunjukan seni dan budaya adalah salah satu cara untuk menyatukan masyarakat Indonesia yang sempat terbelah.

“Pada acara, kami akan tampilkan tarian-tarian khas kami dari NTT, diiringi musik, gong, dan genderang yang semuanya itu punya maksud bahwa kita satu, Indonesia Satu,” tegas dia.

Mikael mengaku, ajakan sekaligus himbauan tersebut pernah dia lontarkan dalam acara rapat koordinasi Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) di Jakarta Pusat, Minggu malam (6/10/2019). Intinya, dia ingin mengajak agar relawan Jokowi-Ma’ruf Amin tampil dengan seni budaya daerah masing-masing, yang walaupun berbeda-beda tapi tetap bersatu menjadi satu kesatuan dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kepada saudara-saudara kami dari daerah lain, turun dan ramaikan pesta pelantikan Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin lewat atraksi-atraksi budaya atau tarian-tarian daerah kalian. Semoga melalui pagelaran seni budaya ini kita harapkan acara berjalan sukses dalam suasana yang adem, sejuk, dan damai,” pungkasnya.(Win) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *