Tokoh Dan Pemuda Papua Himbau Mahasiswa Untuk Kembali Belajar Di Kota Studi

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Situasi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya berangsur normal pascakerusuhan yang membuat sejumlah pendatang kembali ke daerah asal masing-masing. Pengungsi Wamena mulai berkurang.

Sejumlah warga yang sempat berbondong-bondong meninggalkan Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya tak lagi terlihat di Lanud Wamena.

Terkait situasi dan kondisi Wamena dan wilayah lainnya di Papua dan Papua Barat, maka badan musyawarah Papua dan Papua Barat (BAMUS-PAPABAR) yang diketuai oleh Willem Frans Ansanay,
juga Perwakilan dari DPW Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua yang diwakili oleh Ali Wanggai Kabiay menyikapi masalah tersebut pada forum “Ngopi Bareng Saudara Kita Papua” Jl.  Cikajang Raya No. 44, Kebayoran Baru,  Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

“Saya melihat kerusuhan dan kericuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat dikarenakan adanya tindak diskriminasi dan rasisme yang dilakukan oleh oknum kepada para mahasiswa Papua di Surabaya pada pertengahan Agustus sehingga memicu kemarahan warga Papua khususnya di Manokwari dan meluas ke beberapa daerah di Papua lainnya,” ungkap Willem Frans Ansanay kepada Media Indonesia Raya.

Ketua Badan Musyawarah Papua dan Papua Barat ini sangat prihatin dengan pemulangan mahasiswa-mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua. Menurut dia, setibanya mereka di Papua sebagian dari keluarga mereka merasa sangat sedih karena putra-putri mereka tidak bisa melanjutkan studinya.

“Saya Frans Ansanay sebagai Ketua BAMUS-PAPAR ingin menjembatani dan mengajak para mahasiswa-mahasiswi untuk kembali melanjutkan studinya. Saat ini saya sudah berhasil membujuk dan membawa sebagian putra-putri Papua kembali ke tempat mereka belajar untuk melanjutkan studi,” kata Frans.

Dia menganggap, perlunya generasi muda Papua untuk belajar sejarah bawah Papua adalah bagian dari Indonesia.

“Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua. Kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu sudah final, jangan dipersoalkan lagi,” tegas Frans.

Di kesempatan yang sama, perwakilan dari DPW Pemuda Mandala Trikora, Ali Wanggai Kabiay menjamin, mahasiswa-mahasiswi Papua memiliki hak yang sama dengan saudara-saudaranya yang dari seluruh Indonesia ketika menempuh pendidikan. Dia berharap mahasiswa yang masih berada di tanah Papua agar kembali melanjutkan studi sampai selesai, sehingga dapat membanggakan orang tua dan keluarga juga tanah kelahirannya Papua.

“Jangan mudah terprovokasi dengan postingan di media sosial tanpa mengetahui kebenarannya dan hoax.
Kalian jangan takut dengan issue provokatif. Kita adalah putra-putri bangsa, keamanan kita dijamin oleh negara. Ingat kita adalah Bhineka Tunggal Ika, walau kita berbeda kita tetap satu Indonesia,” pungkasnya.(Win) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *