Komit Dukung Presiden Jokowi, Forum Driver Online Indonesia Gelar Deklarasi Dan Diskusi Publik

Spread the love

Foto: Istimewa

Media Indonesia Raya – Forum Komunitas Driver Online Indonesia (FKDOI)  menggelar diskusi publik serta deklarasi memberi dukungan penuh pada Pelantikan Presiden terpilih 2019-2024 Jokowi-Maruf secara konstitusi demi Indonesia maju. Acara yang digelar, Sabtu siang di sebuah sanggar Jakarta Pusat ini di hadiri oleh nara sumber terkait, Massdes Arouffy Kepala Bidang Angkutan Jalan, M. Rahman Tohir, SH Ketua Umum FKDOI serta pengamat publik dan kebijakan publik Danis T. Saputra, W.S.IP,M.IP.

Sementara peserta yang hadir gabungan dari gojek, grabbike, gocar, grabcar akan diwakili 150 orang lebih, serta dari masyarakat umum.

FKDOI memuji kinerja dan program Jokowi yang telah menjadi fakta & nyata, serta program Jokowi yang mendukung fasilitas internet yang menjadi kebutuhan para driver online, juga di era Jokowi, fasilitas kesehatan banyak membantu warga kurang mampu makin banyak.

Di periode ke 2 ini tahun 2019-2024, FKDOI berharap kepemimpinan Jokowi dapat lebih baik lagi dalam pembangunan infrastruktur serta membangun Sumber Daya Manusia (SDM) lebih maju dan unggul.

Danis T. Saputra W, S.IP, M.IP, sebagai pengamat Politik dan Kebijakan Publik menyampaikan tentang analisis kebijakan pengembangan ojek online bahwa Ojek online sudah menjadi bagian yang dekat dengan masyarakat, dimana dalam sistem ojek online harga adalah jantungnya, melihat pengguna ojek online kebanyakan mempunyai lebih dari satu aplikasi, yang memungkinkan pengguna untuk melihat harga yang lebih murah untuk dapat mencapai tujuannya, jadi yang perlu diperjuangkan, dalam ojek online adalah bagaimana harga bisa stabil.

“Selain itu Undang-undang adalah cara yg paling tepat untuk melindungi para driver dari ojek online yg mana dalam Pemerintahan Jokowi ojek online sudah mendapat pengakuan dari pemerintah dan masyarakat sebagai transportasi yang sangat dibutuhkan dan sudah ditentukan regulasinya oleh pemerintah,” ujar Danis

Lebih lanjut Danis juga mengatakan, ”Saya kira ini adalah sebuah momentum yang baik untuk kemudian menyambungkan aspirasi masyarakat dengan dinamika perpolitikan hari ini karena ini adalah bentuk dari aspirasi,harapan keinginan dari kalangan driver online yang selama ini merasa didiskriminasikan, selama ini merasa tidak dipayungi oleh pemerintah padahal distribusi atau kontribusi dari ekonomi digital ini begitu sangat besar Oleh karena itu harapannya kedepan pemerintah bisa lebih care atau peduli dan mampu menciptakan undang-undang yang bisa memayungi para driver online ini di beberapa keadaan,

mereka masih mengalami begitu banyak paradoks di mana mereka tidak dianggap sebagai seorang pekerja ada yang dipecat dan lain sebagainya, pada kenyataannya ojek online adalah pahlawan pembangunan ekonomi hari ini dan masa depan itu yang menjadi catatan penting bagi presiden Jokowi dan wakil presiden Ma’ruf Amin karena kemudian ekonomi digital ini adalah menjadi tulang punggung bagi pembangunan ekonomi hari ini dan masa yang akan datang maka jangan pernah terlantarkan para driver online ini pemerintah harus lebih dekat lagi, Kemudian pemerintah diharapakan menciptakan undang-undang yang lebih lagi mengayomi para driver online ini dan kemudian diadakan banyak program-program sehingga peran teknologi ini mampu meningkatkan pendapatannya sehingga bisa menjadikan kontribusi untuk pembangunan ekonomi di Indonesia

“Karena 59% ekonomi bisa bertumbuh di era pemerintahan Jokowi dikarenakan adanya ekonomi digital,” tegas Danis.

Di kesempatan yang sama Ketua FKDOI M. Rahman Tohir, SH. menyampaikan penjelasannya terkait demo dan kerusuhan yang terjadi belakangan ini

”Lupakan masa lalu, kita terganggu dengan adanya demo-demo, sebagai anak bangsa kita turut mendukung agar 5 tahun ke depan berjalan dengan baik, saya berharap agar teman-teman ojek online turut menjaga kondusifitas di manapun supaya besok pada pelantikan presiden dan wakil presiden dapat berjalan dengan baik dan damai” tutur Rahman.

Rahman juga mengajak agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya Driver online bersama TNI dan Polri untuk menjaga situasi keamanan diwilayah tempat tinggal/ kerja masing–masing.

Selanjutnya Kepala Bidang Angkutan Jalan Massdes Arouffy mengatakan,”Jadi untuk populasi online ini dominan ada di wilayah Jakarta, ini terdapat fakta di lapangan kita sudah tau salah satu jenis alat transportasi yang memang sekarang eksis dan setiap keluarga juga membutuhkan itu,

“Pada faktanya tinggal kami bagaimana pelaksanaan di daerahnya, karena secara regulasi pemerintah sekarang sudah mulai dengan peraturan Menteri Perhubungan nomor 12 tahun 2019 yang isinya sudah dimulainya perhatian pemerintah untuk mengatur daripada yang sebelumnya dianggap tidak ada regulasi sama sekali”, ujar Massdes

Lebih lanjut yang lebih berkaitan dengan pelaksanaan lahan area parkir tempat penjemputan pengguna ojek online, kami juga tengah berupaya mediasi dan fasilitasi pihak manajemen dari aplikator kepada pihak- pihak pemilik lahan atau pemilik gedung atau area yang kita harapkan dapat bekerja sama untuk penyediaan Shelter area untuk pelanggan.

Karena itu kita berharap ojek online sebagai alat transportasi yang memberikan manfaat yang lebih cepat, tapi juga tentu kita harus menjaga jangan sampai menimbulkan kemacetan,

“Di sisi yang lain dan hal itu sudah ada beberapa yang kami fasilitasi seperti ini kami sampaikan contoh yang paling strategis adalah kami fasilitasi manajemen aplikator ini dengan pihak Pemprov DKI untuk kerjasama sewa memanfaatkan lahan, sehingga teman-teman ini tidak lagi penumpang atau menunggu di pinggir jalan sehingga lebih tertib, itu yang kami harapkan ke depan, lokasi lokasi seperti itu bisa kita buat banyak,” tegas Massdes mengakhiri wawancaranya dengan media.(Win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *