Di Seminar Nasional PAHKI, Profesor Hikmahanto Juwana: Paska Putusan MK Perusahaan Leasing Tanpa Fidusia

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Perancang Ahli Hukum Kontrak Indonesia (PAHKI) mengatakan seminar nasional yang bertemakan “Kiat Membuat Perjanjian Leasing Tanpa Fidusia Pasca Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019” di Gedung Sarinah, Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Dalam seminar hadir narasumber Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D selaku Ketua Umum DPP PAHKI.

“Esensi Putusan MK adalah menyatakan frasa ‘kekuatan eksekutorial’ dan frasa ‘Dana’s dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dalam Pasal 15 ayat (2) dibatalkan. Frasa tersebut ada dalam Sertifikat Jaminan Fidusia. Atas Dakar ini Sertifikat Jaminan Fidusia tidak langsung dapat dieksekusi meski debitur sudah cidera janji mengingat cidera janji tidak bisa ditentukan secara sepihak oleh kreditur,” katanya kepada para awak media.

Menurut Hikmahanto Juwana, dengan keluarnya putusan MK terkait Fidusia, perusahaan leasing patut khawatir karena dalam putusan MK kerap disebut perusahaan leasing. Dimana, dalam perjanjian leasing saat ini ada jaminan barang jaminan, dimana barang jaminan bergerak kemudian difidusiakan.

“Kedepannya melalui putusan MK ini, jaminan fidusia yang didapat oleh perusahaan leasing serta merta bisa dieksekusi. Padahal perusahaan leasing tidak boleh memberikan pinjaman dalam waktu yang panjang,” jelas Hikmahanto.

Lebih lanjut, Hikmahanto mengemukakan paska putusan MK ditetapkan, kedepannya perjanjian leasing tanpa fidusia.

“Jadi kedepannya perusahaan leasing tidak lagi membuat perjanjian pinjam meminjam untuk jangka waktu panjang sehingga tidak perlu barang bergerak yang jadi jaminan. Selanjutnya, perusahaan leasing akan meminta pengembalian uang kepada nasabahnya dengan menjual barang yang dibeli oleh nasabahnya,” pungkas Hikmahanto.

Perbedaan Kredit Dari Bank Dengan Leasing Oleh Perusahaan Leasing 

Bank
– Perjanjian pinjam meminjam untuk jangka waktu yang panjang
– Ada barang yang dijadikan jaminan

Leasing 
– Dasarnya adalah sewa beli bukan pinjam meminjam
– Pinjam meminjam hanya diberikan untuk memberi kemampuan nasabah membeli barang
– Setelah itu pinjam meminjam harus dilunasi dengan menjual barang yang dibeli
– Kemudian perusahaan leasing menyewakan kepada nasabah barang yang telah dibeli dari nasabah
РPada akhir sewa menyewa dilakukan jual beli dari perusahaan leasing kepada nasabah.(Win) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *