Peringati Haul Bung Karno Dan Hari Lahir Jokowi, Relawan Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Puluhan relawan Jokowi dan warga melakukan aksi sosial berupa donor darah yang dilaksanakan di Kantor Palang Merah Indonesia DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya No. 47, Jakarta. Kegiatan donor darah ini juga diadakan serentak Menurut Jakarta, Kendari dan Makassar, atas kerjasama organ relawan Jangkar Jokowi dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kegiatan donor darah ini dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dari relawan dalam membantu sesama khususnya saudara-saudara kita yang membutuhkan darah. Kita adakan serentak hari ini di tiga kota seperti Jakarta, Kendari dan Makassar,” kata Ketua Jangkar Jokowi, I Ketut Guna Artha kepada para awak media, Minggu (21/6/2020).

Apalagi selama pandemik virus Corona sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat termasuk semakin menipisnya persediaan darah dari para pendonor di kantor-kantor PMI di berbagai daerah. Ditengah wabah Corona yang sangat membatasi aktivitas masyarakat termasuk relawan, menurut mantan Aktivis 98 ini, aksi donor darah menjadi kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat banyak.

“Kami tahu persediaan kantong darah dari para pendonor di PMI semakin menipis selama masa pandemik Covid-19 ini, sehingga hal itu mendorong kami untuk mengadakan aksi donor darah ini dalam rangka meringankan beban PMI dan warga yang membutuhkan. Walaupun tidak mudah untuk menyakinkan warga dan kawan-kawan relawan untuk mendonorkan darahnya, apalagi ditengah berlakunya aturan pembatasan ruang gerak sosial (social distancing) tapi ada warga dan relawan yang tetap antusias datang ke PMI,” jelas I Ketut.

Selain itu, aksi donor darah hari ini kata I Ketut diadakan dalam rangka memperingati Haul Bung Karno 21 Juni 1970 dan Hari Lahir Presiden Jokowi 21 Juni 1961 yakni memperingati haul atau wafatnya Bung Karno tanggal 21 Juni 1970, salah satu dari pendiri bangsa ini. Seorang tokoh yang mewarisi nilai-nilai perjuangan tapi di hari terakhirnya terasing dan diasingkan dari rakyatnya. Kemudian hari lahir Presiden Jokowi, 21 Juni 1961.

“Dari segi pemikiran, saya lihat kedua tokoh ini berpikir besar untuk Republik ini. Walaupun keduanya tidak bisa disamakan, Jokowi dengan Bung Karno jelas beda. Tantangan dan persoalan yang dihadapi pada zamannya itu berbeda. Tapi saya cuma mengingatkan kita semua bahwa tanggal dan hari ini sangat penting maknanya untuk bangsa ini. Karena menurut saya bangsa ini tidak akan mungkin setiap saat mendapatkan sosok pemimpin kelas dunia. Prosesnya bisa puluhan bahkan ratusan tahun, seperti munculnya Patih Gajah Mada dan Bung Karno itu melalui rentang waktu dari abad 12 sampai abad 19, yaitu lahirnya tokoh-tokoh yang menyatukan nusantara. Jadi momen penting ini patut kita syukuri dan peringati,” tandas I Ketut.(Win) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *