Revitalisasi Pesanggrahan Langenarjo Mendapat Restu Susuhunan Paku Buwono XIII, PT Elshaddai Harus Koordinasi Dengan BPCB Jawa Tengah

Spread the love

Foto: Istimewa

Prambanan, Media Indonesia Raya РPesanggrahan Langenharjo terletak di lokasi yang menarik dan penting (mirunggan); ada umbul air hangat belerang, di sisi sungai Bengawan Solo, serta diputuskan oleh Sinuhun PB IX. Lokasi, bangunan dan situsnya sangat penting. Bermakna memperkenalkan kultural ekonomi (perdagangan) dan sosial. Sifatnya yang merupakan kawasan, maka kajian perlu menyeluruh secara lanskap. Kerusakan-kerusakan yang ada di antaranya dinding terkelupas. Studi yang difokus adalah rekonstruksi, yakni memperbaiki bagian-bagian yang rusak.

Hal tersebut dikemukakan oleh Konsultan Ahli Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Refi, dalam rapat persiapan teknis revitalisasi bersama PT Elshaddai Mulia Agape Sehati, Jum’at (18/9/2020).

Kemudian dari direksi PT Elshaddai, Miko Yulianto mengungkapkan jadwal (schedule) pekerjaan diawali dengan persiapan dan pengerjaan atap pada pekan pertama dan pekan kedua September. Oktober dilanjutkan pengerjaan tiang penyangga joglo utama dan perbaikan pagar lama. Kemudian pengerjaan kusen, boven, jendela dan pintu pada pekan ketiga Oktober. Bagian dapur dibenahi pada November. Kelistrikan di lokasi yang tersusun rapi hanya yang di bagian Dalem GKR Sekar Kencono, sedangkan yang lainnya merupakan instalasi sambung-sambung jalur dan bersumber dari dua line listrik.

“Perlu dipersiapkan pembangunan ruang perahu untuk petilasan perahu Jaka Tingkir, ruang ganti baju adat, ruang pengelola, ruang tiket, dan ruang abdi dalem. Rencana anggaran 11 miliar rupiah untuk cakupan renovasi bangunan lama dengan prosentase bobot pekerjaan 77,72 persen. Kemudian 3,1 miliar rupiah untuk cakupan pengembangan atau bangunan baru dan berbobot 23 persen”, urai Miko kepada Media Indonesia Raya.

Dirut PT Elshaddai, Arianik Indriastutik menambahkan bahwa rencana anggaran dan biaya (RAB) ini masih bisa berubah, karena masih berbasiskan standar umum; dan perlu disesuaikan dengan standar yang diarahkan oleh BPCB untuk kesesuaian dengan kebutuhan pelestarian cagar budaya.

Rapat yang dipimpin Wahyu Brotoseno dari BPCB Jawa Tengah ini kemudian dilanjutkan dengan koordinasi teknis pekerjaan sesuai lingkup-lingkup sektor pekerjaan antara BPCB dengan Elshaddai. Tim BPCB terdiri atas tim-tim ahli sektoral pekerjaan. Salah seorang tim ahli, Wahyu Hidayat mendalami kerincian jenis-jenis pekerjaan revitalisasi terhadap RAB.

“RAB masih perlu penggambaran jenis pekerjaan, misal berupa perbaikan menyeluruh pada tiap-tiap sektor pekerjaan, ataukah berupa konsolidasi parsial artinya memperbaiki yang nyata rusak berat guna melanjutkan eksistensi fisik yang sudah ada semenjak sejarahnya”, ucapnya.(Win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *