Perangi Wabah Covid-19, Nokia Andalkan Solusi Deteksi Termal Berbasis Analitik

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Nokia hari ini mengumumkan solusi otomatis untuk mendeteksi suhu tinggi tanpa melalui sentuhan yang dirancang untuk membantu mengenali potensi infeksi COVID-19 di fasilitas yang menampung ribuan orang. Nokia Automated Analytics Solution untuk Kontrol Akses menyederhanakan dan mengotomatiskan proses mengidentifikasi orang-orang dengan suhu tinggi dan memastikan kepatuhan masker, di lingkungan besar dengan banyak akses.

Memanfaatkan teknologi analitik canggih, business rules engine, manajemen terpusat, machine learning, dan konektivitas di berbagai ruang, solusi Nokia secara signifikan mengurangi biaya deteksi dan memastikan kelangsungan bisnis dan ketahanan supply chain selama pandemi. Organisasi juga dapat memanfaatkan solusi ini untuk mendukung kasus penggunaan lain yang sedang berlangsung untuk melindungi karyawan dan aset gedung, termasuk pengawasan prediktif, pemeliharaan mesin, dan ancaman keamanan.

Head of Analytics and IoT for Nokia, Amit Shah mengatakan baik di pabrik, pelabuhan, kantor, bandara, sekolah, atau pusat skrining luar ruangan, jaringan mission-critical dan solusi otomasi digital memainkan peran utama dalam memastikan ketahanan pasokan, kelangsungan bisnis, dan keselamatan pekerja secara real-time.

“Solusi Nokia Automated Analytics kami menghadirkan data terpusat, analitik, dan sistem manajemen otomatisasi,
yang memungkinkan organisasi besar membuat keputusan cerdas untuk melindungi karyawan dan fasilitas mereka selama dan pasca-pandemi, dengan tetap menghormati privasi individu,” katanya melalui pesan rilis yang diterima Media Indonesia Raya, Selasa (20/10/2020).

Menurut Amit Shah, teknologi tersebut menggunakan open architecture dan memiliki rangkaian analitik yang kaya
dengan serangkaian alur kerja dan aturan otomatisasi yang fleksibel untuk menyesuaikan solusi dengan kebutuhan setiap perusahaan.

“Perusahaan telah berhasil menerapkan solusi tersebut di beberapa lokasi, termasuk pabrik kami sendiri di Chennai untuk memantau keselamatan karyawan dan berencana untuk menerapkan solusi tersebut bagi pelanggan perusahaan di berbagai segmen industri,” ujar Amit.

Sementara itu, Sudarshan Pitty, Head of Nokia Chennai Factory, mengatakan saat pabrik dibuka kembali untuk produksi dan lebih dari 1.000 karyawan kembali bekerja, Nokia telah mematuhi peraturan lokal untuk memantau suhu dan penggunaan masker untuk setiap orang yang masuk dan keluar dari lokasi.

“Solusi Nokia Automated Analytics telah memungkinkan kami memastikan kepatuhan terhadap peraturan secara otomatis, sepanjang waktu tanpa ada kesalahan secara real-time. Solusi ini memungkinkan kami meningkatkan ketersediaan karyawan dengan mengurangi waktu tunggu dalam antrean dan menghilangkan kebutuhan untuk menetapkan staf tambahan untuk melakukan pemeriksaan manual,” tutur Sudarshan.

Sudarshan menambahkan bahwa Nokia Automated Analytic Solution menggunakan kamera termal untuk merekam tayangan video dan melakukan pembacaan suhu individual (akurat hingga +/- 0,3 derajat Celcius) untuk setiap orang yang masuk ke lokasi pemutaran. Mesin analitik dengan cepat memproses klip video untuk menentukan apakah individu memerlukan penyaringan tambahan, atau tidak mematuhi aturan memakai masker.

“Melalui pendekatan manajemen terpusat, solusi tersebut memicu alur kerja operasional yang dipilih oleh institusi. Jika ketidakteraturan terdeteksi, tampilan terpusat di seluruh perusahaan ditampilkan dan SMS waktu nyata atau peringatan email secara otomatis dikirim ke personel di lapangan untuk memulai tindakan pelacakan atau pasca-deteksi. Seluruh proses berlangsung hampir secara real-time dan operasi tanpa manusia memungkinkan penskalaan ke lingkungan yang sangat besar dengan ribuan orang dan beberapa titik akses,” jelas Sudarshan.

Sedangkan Leo Gergs, ABI Research, Research Analyst, menjelaskan bahwa Solusi Analisis Otomatis Nokia untuk Kontrol Akses adalah contoh bagus dari peran penting yang dapat dimainkan oleh vendor infrastruktur jaringan dalam memerangi penyebaran pandemi global, seperti Covid-19.

“Selain itu, arsitektur modular memungkinkan penggunaan ulang solusi yang mudah untuk kasus penggunaan seperti pemantauan lalu lintas pelabuhan atau smart city untuk menjawab permintaan yang terus meningkat akan kemampuan analisis data otomatis, yang mana akan terus meningkat sejalan dengan digitalisasi industri,” kata Leo.

Leo mengutarakan bahwasanya pusat pengujian luar ruangan tanpa koneksi telah menjadi cara yang umum untuk
menyelesaikan pengujian COVID-19. Nokia dapat memanfaatkan solusi jaringan private wireless Nokia Digital Automation Cloud untuk menyediakan konektivitas luar ruangan tanpa batas untuk pengoperasian ini.

“Setelah kekhawatiran tentang COVID-19 mereda, organisasi dapat menggunakan kembali solusi tersebut untuk mendukung kasus penggunaan lain guna melindungi karyawan, pengunjung situs, dan fasilitas, termasuk pengawasan prediktif dan pemeliharaan mesin,
ancaman keamanan dan deteksi anomali, serta analisis khusus industri yang disesuaikan,” pungkas Leo.(Win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *