Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya
Ritual penyatuan tanah dan air dari seluruh wilayah Indonesia di IKN Penajam Paser ditanggapi nyinyir oleh BKH anggota DPR RI Fraksi Demokrat. Bagi BKH, ritual tersebut irasional dan primitif, mistik, menghambat investasi, dan seperti kehilangan akal sehat.

Pernyataan BKH sebagai wakil rakyat dari Flores NTT ini tidak mencerminkan opini dan aspirasi rakyat Flores NTT. Dalam berbagai media sosial warga Flores dan NTT, kicauan BKH ini menuai kecaman keras netizen. Ada netizen yang menganggap BKH ini aneh dan nyeleneh. Netizen mulai meragukan kualitas intelektual dan gelaran akademiknya. BKH ini mirip Basalamah yang dengan enteng mengharamkan wayang. BKH dianggap menentang sekaligus menantang realitas.

Peri kehidupan orang Flores, sebagaimana suku bangsa lain di Indonesia masih sangat holistik dengan tetap memegang adat budaya tradisi serta nilai nilai kearifan lokal lainnya. Bahkan BKH sendiri sebagai calon gubernur ketika mencoba peruntungan dalam pilgub NTT 2018, sempat melaksanakan ritual potong kerbau di Sumba Barat Daya, NTT. Dalam ritual mistis tersebut dikatakan bahwa BKH memohonkan restu leluhur dalam upaya menjadi gubernur NTT dengan mengorbankan darah dan kepala kerbau. Mungkin ia tidak bisa membedakan antara banteng dengan kerbau. Ia lupa atau tidak paham bahwa asosiasi kerbau (kebo) itu biasa dialamatkan kepada siapa.

Salawi

Sebagai oposan, BKH tercatat selalu membuat pernyataan kontra terhadap berbagai kebijakan Jokowi. Semua salah Jokowi (Salawi). Kalau Jokowi nanti bikin lagu, rekaman dan menyanyikan lagu tersebut, kiranya BKH cs akan terus nyinyir bahwa suara Jokowi sumbang, bernada fals, ndeso, dan seterusnya. Entah bila proyek IKN mangkrak, BKH cs akan diam membisu atau semakin berkicau aneh?

Jokowi gemar menggunakan berbagai busana adat daerah daerah di Indonesia. di IKN ia menjalankan ritual penyatuan air dan tanah se Indonesia. Sikap ini merefleksikan komitmen dan konsistensi terhadap prinsip Trisakti. Kebudayaan yang bermartabat.

Glorifikasi terhadap adat istiadat dan budaya serta kearifan lokal dalam wujud ritual seremoni dan busana sesungguhnya secara simbolik menunjukkan juga keberpihakan Jokowi terhadap hak-hak masyarakat adat dalam tekanan kekuatan kekuatan gigantik yang semakin masif dewasa ini.

Keledai

Orang Flores janganlah menjadi keledai yang terperosok berulang-ulang di lubang yang sama. Sebagai representan Flores, BKH itu nyaris tak pernah terdengar memperjuangkan kepentingan masyarakat Flores dan NTT. BKH terbukti lebih nyaring berbunyi untuk kepentingan pribadi, kelompok dan tuannya di parpol.

Rakyat Flores membutuhkan representan politik di level Senayan yang aspiratif sekaligus berkarakter negarawan sebagaimana pernah ditampilkan para pendahulu di masa lalu.

Penulis: Drs. GF. Didinong Say (Diaspora Flores Jabodetabek)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *