Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Sharon Stephania Siauw, diaspora Indonesia memiliki mimpi ingin menduniakan musik Indonesia di Amerika Serikat.

Sharon lahir dan besar di Jakarta. Ia adalah musisi sekaligus komposer film Indonesia, pemain biola berbakat, dan calon profesional muda di industri musik di lokal Indonesia dan dunia.

Perempuan cantik alumnus Berklee College of Music dengan predikat Summa Cum Laude pada 2021 ini mengaku tertarik pada musik sejak usia dini. Ia memulai pelatihan biola klasiknya pada usia enam tahun. Koordinator operasi musik Songtradr, Inc, ini mencintai musik orkestra pada usia 11 tahun.

“Di sini, makin cinta dengan musik orkestra dan makin dalam saat saya memainkan beragam repertoar, dari musik pop hingga folk Indonesia hingga film. Saya juga sudah bekerja di perusahaan teknologi dan lisensi musik Songtradr, Inc. Sedikit melenceng dari bidang saat kuliah dulu. Namun saya akan terus berkarya dan punya cita-cita sesuai passion saya di bidang musik,” kata Sharon dalam konferensi pers daring, Minggu (10/4).

Bagi Sharon pengalamannya untuk menekuni musik sedikit banyak mengembangkan pengetahuan dan perspektifnya tentang seperti apa musik orkestra itu.

Saat ia memutuskan musik sebagai karier, dan mendaftar ke International College of Music (ICOM) di Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti audisi di Berklee College of Music, di Boston, AS.

“Di ICOM, saya mendapatkan lebih banyak pengalaman bermain di band-band pop,” ungkap Sharon.

Kemudian ia menambah pengalaman organisasinya dengan menjadi anggota aktif Berklee Indonesia, mulai sebagai performer hingga Head of Marketing selama tahun pertamanya, dan akhirnya dipromosikan menjadi presiden pada 2020.

“Menjadi kebanggaan bagi saya dipercaya sebagai President Berklee Indonesian Community. Disini saya memimpin dan mengkolabirasikan banyak individu-individu pemusik, komposer dan lain sebagainya,” jelas Sharon.

Selain itu, pada tahun 2019, ia ikut memimpin Indonesian Cultural Night: LEGENDA, konser pertama komunitas di Berklee Performance Center yang sangat bergengsi.

“Ini adalah konser pertama di Berklee yang menampilkan seni teater Indonesia dalam bentuk musik, dan membantu meningkatkan pengetahuan serta kesadaran tentang budaya Indonesia di komunitas Berklee,” tuturnya.

Peluang berharga itu Sharon dapat saat ia mendapat kesempatan  untuk tampil dan rekaman bersama artis seperti Arnie Roth di Boston Symphony Hall, Harry Gregson-Williams, dan MIT Gamelan Galak Tika.

“Saya mendapat lebih banyak kesempatan untuk tampil bersama Berklee Indonesian Ensemble untuk tamu kehormatan Konsulat Jenderal Indonesia di New York, Resepsi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB, dan berbagai festival Indonesia yang dipimpin mahasiswa di New England,” ucapnya.

Sharon juga pernah mewakili Indonesia bersama Trinity Youth Symphony Orchestra di World Orchestra Festival 2019 di Wina, Austria, dengan membawa pulang Gold Award untuk kategori Folk.

“Saya berharap bisa terus berkarya di bidang musik dengan menciptakan ide-ide baru, sehingga industri musik di tanah air dan luar negeri bisa melihat bahwa anak muda Indonesia punya kemampuan dan keahlian yang sama dengan musisi dari negara lain. Selain itu, saya juga dapat mewakili Indonesia di industri musik AS dan global,” pungkas Sharon.(Win/Red)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *