Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Pembongkaran 12 ruko di kawasan Pluit Jakarta Utara oleh Satpol PP pada hari ini, Kamis, 25 Mei 2023 ternyata berbuntut panjang.

Pemilik ruko sekaligus pedagang UMKM mengadakan aksi unjuk rasa di Pasar Muara Karang, Sabtu (27/5/2023).

Mereka menganggap pembongkaran tersebut dengan alasan karena ruko sudah menggunakan bahu jalan dan menutup saluran air menyalahi prosedur.

Warga dan juru bicara dari para pendemo mengemukakan bahwa selama ini mereka membantu dalam membantu pembangunan dan pengembangan dari Pasar Muara Karang. Bahkan sudah ada sejumlah dana yang cukup sebesar ratusan juta yang diberikan dan dibantu oleh beberapa donatur dari para warga dan pedagang di Pasar Muara Karang.

Iman, salah satu perwakilan dari warga dan pedagang mengatakan, “Pertama, saya sudah keluarkan dana sebesar 150 juta dari awal down payment dan saya ganti semua dari uang pribadi saya untuk warga, supaya bisa menjadi bagus. Kemudian untuk tahap ke dua adalah 50 juta, tahap ke tiga 50 juta dan tahap ke empat Rp.144. 960.000,-, itu semua uang yang saya kerjakan untuk warga, ” pungkasnya.

Kemudian Iman menambahkan, Semua itu saya lakukan demi warga, para pelaku UMKM,semua pedagang disini. Tujuan aksi ini adalah bentuk ungkapan berduka cita karena di bongkarnya bangunan usaha dagang kita. Kita sendiri sudah coba bulak-balik ketemu bapak RT tetapi tidak pernah berhasil dan sampai hari ini kami menunggu kedatangan Bapak RT tetapi beliau tak kujung datang.”

“Awalnya saya tidak mau tahu soalnya permasalahan intern karena yang saya tahu adalah saya hanya melakukan yang terbaik untuk warga supaya menjadi bagus di lokasi Pasar sini. Adanya pembongkaran ini saya sangat merasa perihatin, ” pungkas Iman.

Hal senada juga disampaikan oleh Iswanto, dari perwakilan warga dan pedagang, “Efek dari pembokaran ini adalah omset dagangan kami bisa turun hingga 60% dan banyak karyawan yang menjadi korban PHK, ” ujarnya.

“Saya ingin tanyakan kepada RT efek-efek dari pembokaran ini, beliau tahu tidak?. Harusnya jangan hanya tampil didepan saja tetapi harus konsultasikan dengan kita, bicara baik-baik dan jangan cuma bisa main viral-viral aja di media social.”

“Saya berharap kita bisa berjualan kembali tanpa ada gangguan, tanpa ada pembokaran setiap harinya dan kita ingin Bapak RT bisa segera menemui kami semua,” pungkasnya.

Gani Suwondo, anggota DPRD DKI Jakarta Komisi C dari Fraksi PDIP yang hadir dalam acara tersebut mengatakan kedatangan mereka untuk menyerap aspirasi warga RT 011/003 Muara Karang.

“Kami dari perwakilan dewan, tugas kami untuk mendengar aspirasi dari warga Pasar Muara Karang. Kami mengikuti aturan pemerintah agar para pedagang bisa melakukan aktivitas perdagandisampaika sempat ada berita viral mengenai aksi provokasi, kami mau semua pihak bisa di mediasi. Kami berfungsi mengawasi. Apa yang diberitakan melalui video yang berasal dari pihak Ketua RT 011/003 (RP alias Paul), itu tidak benar. Oleh karena itu, perlu ada klarifikasi dan kami dari pihak dewan tetap ingin mendengar aspirasi dari kedua belah pihak,” jelas anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP.(Win/Red)

By admin

3 thoughts on “Warga dan Pedagang UMKM RT 011/003 Anggap Pembongkaran Ruko Di Pasar Muara Karang Diduga Salah Prosedur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!