Pfizer Mendukung Peningkatan Kapasitas Profesional Tenaga Kesehatan Untuk Mengatasi Beban Penyakit Kardiovaskular Di Indonesia

Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Pfizer terus memperkuat komitmennya untuk membantu pasien dengan penyakit kardiovaskular dengan menyelenggarakan konferensi webinar untuk ketiga kalinya. Konferensi webinar ini merupakan hasil kerjasama dengan American College of Cardiology (ACC) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perawatan untuk pasien penyakit kardiovaskular dengan berbagai risiko.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 450 tenaga kesehatan profesional termasuk ahli jantung, internis, dokter umum dan dokter spesialis melalui pertemuan langsung di Jakarta dan siaran webinar langsung melalui jaringan internet dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, Balikpapan, Denpasar, Manado, Malang, Padang dan Pontianak.

Sebelumnya, Pfizer mengadakan dua edisi webinar yang khusus membahas tentang faktor primer dan sekunder penyebab penyakit kardiovaskular. Hingga saat ini, lebih dari 3000 tenaga kesehatan profesional telah mengikuti program edukasi medis Pfizer terkait manajemen kardiovaskular dalam dua tahun terakhir.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan di dunia. Menurut World Health Organization (WHO-sumber), sekitar 17,9 juta orang telah meninggal akibat penyakit jantung, mengambil porsi 31% dari angka kematian global seluruhnya. Dari kematian ini, 85% disebabkan oleh serangan jantung dan stroke. Lebih dari 75% kematian yang disebabkan penyakit kardiovaskular terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dari 17 juta kematian prematur (di bawah usia 70 tahun) karena penyakit tidak menular (non-communicable diseases) pada tahun 2015, 82% di antaranya terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah dan 37% disebabkan oleh gangguan kardiovaskular.

“Ada banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Faktor-faktor, seperti riwayat keluarga, usia, dan jenis kelamin tidak dapat diubah. Namun, faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi, dislipidemia, diabetes mellitus dapat ditangani dengan perawatan dan pencegahan yang tepat. Sebagai tenaga kesehatan profesional, kita perlu memahami semua informasi yang diperlukan agar dapat lebih mengoptimalkan tindakan

untuk mengurangi kejadian penyakit kardiovaskular di masa depan, ”kata Dr. dr. Anwar Santoso, SpJP(K), FIHA, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI).

“Sebagai tenaga kesehatan profesional, sangatlah penting untuk terus memperbarui dan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas terkait penyakit kardiovaskular untuk menawarkan pengobatan yang lebih baik dan efektif, terutama untuk pasien dengan faktor risiko ganda. Saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam aksi kolaboratif antara PERKI dengan Pfizer untuk melakukan konferensi webinar ini. Saya berharap kami dapat memberikan dukungan bagi para tenaga kesehatan Indonesia dengan saling berbagi pengetahuan,” kata dr Anwar.

Sebagai gambaran, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan menyumbang 35% dari total kematian di Indonesia pada tahun 2016. “Kolaborasi berkelanjutan antara institusi kesehatan, kelompok pasien dan sektor swasta diperlukan untuk menangani penyakit fatal ini. Di Pfizer, kami benar-benar berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan profesional untuk mengatasi tantangan penyakit kardiovaskular. Dengan menelaah studi kasus terbaru, kami bisa mendapatkan wawasan yang positif dan membangun kapabilitas yang lebih tinggi untuk merawat pasien dengan faktor risiko ganda,” ungkap Handoko Santoso, Direktur Medis Pfizer Indonesia.

Bersama dengan Malaysia dan Vietnam, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara Asia yang dipilih untuk menjadi bagian dari kemitraan Pfizer dan The American College of Cardiology (ACC). Kolaborasi ini awalnya diluncurkan di Cina pada tahun 2016, dan selanjutnya, program ini diluncurkan di Rusia dan Uni Emirat Arab selama kuartal pertama 2017 dan berlanjut di Mesir dan Arab Saudi. Hal ini diharapkan sejalan dengan pencapaian tujuan acara untuk lebih meningkatkan kualitas perawatan untuk pasien penyakit kardiovaskular dengan faktor multi- risiko di negara ini.(Erwin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *