Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya –  Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/12).

Dalam aksi tersebut, mereka meminta pemerintah kembali melakukan pencarian kepada 64 korban yang hingga kini belum juga ditemukan.

Selain itu mereka meminta pemerintah melakukan pencarian ulang, lanjut Anton, pihak keluarga juga menuntut agar proses pencairan hak ahli waris dipercepat.

“Meminta pembayaran segera tanpa syarat uang asuransi yang menjadi hak kami,” kata Anton kepada Media Indonesia Raya.

Senada dengan Anton, Johan Harry Saroinsong ayahanda dari Hizkia Jorry Saroinsong, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, adalah salah satu korban tewas dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 mengatakan Pemerintah dan Manajemen Lion Air harus menuntaskan kasus Lion Air.

“Hizkia itu anak kandung saya, dia menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 bersama penumpang lainnya dari berbagai profesi pekerjaan seperti Jaksa, Hakim, Polisi dan lain-lain. Sesuai konstitusi negara ini menjamin warga negaranya, untuk itu kami meminta Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi turun tangan membantu penyelesaian pencarian korban yang belum ditemukan termasuk penyelesaian dari hak ahli waris korban,” tutur Johan.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 dengan registrasi PK-LQP jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Pesawat yang membawa 189 penumpang dan awak kabin itu jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, sekitar 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Korban yang berhasil teridentifikasi sebanyak 125 dari total 189 korban. Sementara itu, 64 korban tak teridentifikasi lantaran tidak ditemukan jasadnya atau bagian tubuh saat proses pencarian dan evakuasi berlangsung.(Erwin)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *