Spread the love

Foto : Erwin

Cibubur, Media Indonesia Raya – Memasuki tahun politik, informasi positif dan negatif yang tersebar di berbagai sosial media membutuhkan penyaringan sebelum di gunakan sebagai data valid. Terkait munculnya beragam informasi negatif bahkan hoax yang beredar di berbagai sosial media, Hj. Rizayati, S.H, M.M menyikapinya secara bijak yaitu dengan cara memilah, kemudian mengabaikan segala bentuk hoax dan propaganda negatif serta menghadapinya dengan cara terbaik yaitu membuktikan melalui prestasi dan kerja nyata.

“Bagi saya, masalah issu hoax itu, biarlah mengalir seperti air mengalir, kita tetap berbuat, bekerja dan bekerja, buktikan kinerja kita, saat ini kita lawan berita hoax bukan dengan hoax, tapi buktikan bahwa kita mampu,” ujar Rizayati.

Rizayati mengungkapkan bahwa saat menyalurkan program Rutilahu, Program satu juta rumah subsidi pemerintahan Jokowi-JK di sejumlah daerah, dirinya juga pernah mendapat serangan hoax dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Intinya di Manado itu ada oknum, saya gak bicara nama yaach, nah mungkin mereka itu merasa tersaingi dengan program ini, ada mungkin dia ada program yang kayak KPR, mereka disana gak laku dibanding dengan program yang murah ini udah jalan seluruh Indonesia, jadi dia merasa terkalahkan, dibuatlah akun-akun palsu untuk serang saya, menggunakan berita hoax,” ungkap Rizayati.

Namun saat ini, Rizayati memilih untuk fokus membangun dapilnya di Kabupaten Bogor sehingga menjadi lebih baik serta mengabaikan serangan hoax tersebut karena baginya, penyebar hoax sendiri telah menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk bersaing, berkompetisi secara sehat dan adil.

“Jadi bagi saya, orang yang menyebar berita hoax, kita lupakan saja, anggap saja mereka itu gak mampu bersaing dengan kita, kita jalan terus mudah-mudahan, apa yang jadi cita-cita kita kedepan, Kabupaten Bogor itu bisa lebih baik,” imbuh Rizayati.

Program bantuan perumahan dari pemerintah yang disalurkan oleh Rizayati bersama timnya ini merupakan Program pemerintahan Jokowi-JK yang pendanaannya bersumber dari anggaran non-budgeter.

“Ini dari dana non-budgeter, bukan APBN, tidak sedikitpun menyentuh APBN, ini program khusus dari Presiden kita, beliau itu ada bantuan dari luar negeri sehingga dibuatlah program untuk membantu masyarakat yang tidak mampu,” ujar Caleg DPR RI nomor 4 Partai NasDem ini.

Menurut Rizayati, selain program Rutilahu sendiri, ada banyak program bantuan dari Presiden yang diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah termasuk program Penerangan Jalan Umum yang menjadi andalannya untuk masyarakat dan telah disalurkan di 30 Kecamatan dari target 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Banyak sekali itu, ada berupa UKM, untuk Pengusaha Kecil Mengengah itu, Bantuan Sertifikat, saat ini gratis, kita bisa bantu itu gak ada biaya apa-apa, termasuk Lampu Solar Cell untuk seluruh Indonesia yang jadi program unggulan saya di Bogor,” imbuhnya.

Ketika meninjau sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Bogor, Caleg Partai NasDem ini melihat masih ada sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian dan perbaikan serius dan hal ini akan ditindak lanjutinya setelah terpilih sebagai Wakil Rakyat di Senayan.(Erwin)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *