Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – “Saya mengalami tindakan pelecehan seksual,  baik di dalam maupun di luar kantor”.

Kalimat itu tertuang dalam surat keterangan berisi kronologi kejadian yang ditulis karyawati berinisial RA.

RA merupakan mantan Tenaga Kontrak Asisten Ahli di Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), yang diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan mantan atasannya sendiri, seorang pria berusia 59 tahun.

RA bekerja sebagai staf Dewan Pengawas BPJS TK sejak Mei 2016. Ia ditugaskan sebagai Tenaga Ahli untuk terduga pelaku. Kepada reporter Media Indonesia Raya, RA menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya sejak awal hingga berakhir dengan PHK yang ia terima pada 5 Desember 2018.

Kata RA, pada Juli 2016, terduga pelaku merayu dan memintanya untuk berciuman. Tak cuma itu, RA juga mengaku beberapa kali dipaksa berhubungan seks.

“Ada, kekerasan psikis kalau saya menolak dan lolos dari upaya nafsu syahwatnya. Seperti situasi kerja dibuat tidak nyaman, membentak-bentak saya dengan berbagai macam modus. Bahkan melakukan tindakan yang hampir mencederai saya secara fisik,” kata RA kepada reporter Media Indonesia Raya, Jumat (28/22).

Setelah berulang kali diperlakukan demikian, RA akhirnya memberanikan diri melaporkan kasus ini ke Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono pada 28 November 2018. Namun, RA justru mendapatkan surat pemutusan hubungan kerja dua hari setelah mengadu.

“Surat PHK sama sekali meniadakan masalah sesungguhnya, yaitu kejahatan seksual pejabat dewan pengawas, padahal saya sudah ceritakan seluruh kronologis kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS TK tentang kejahatan seks yang saya alami,” terang RA.

Kasus Dilaporkan Ke Presiden

Upaya RA mencari keadilan didukung sejumlah aktivis perlindungan perempuan, di antaranya Ade Armando, Sigit Widodo, Indra Budi Sumantoro, Aisha Nadira, Irwan Amrizal, Agus Sari, Gorbachev, dan Tati Wardi.

Ade Armando bahkan membuat keterangan tertulis untuk menceritakan kasus yang menimpa RA.

“Saya (Ade Armando) dan sejumlah rekan memperoleh pengaduan dan informasi tentang berlangsungnya kejahatan seksual (berupa pelecehan seks secara fisik, pelecehan seks secara verbal, sampai kekerasan seks berupa pemaksaan hubungan seks) yang berulangkali dilakukan seorang anggota terhormat Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan terhadap Staf sekaligus Tenaga Ahli di Dewan tersebut,” kata Ade Armando dalam sesi press conference di Kantor SMRC, Jl. Cisadane No. 8, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

Ade menyebut terduga pelaku berusia 59 tahun. Ia punya latar belakang yang mengesankan sebagai seorang pejabat negara dan pernah ditugaskan di sejumlah instansi.

Ade dan rekan-rekannya mengatakan masalah ini juga sudah disampaikan kepada Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Presiden Jokowi.(Erwin) 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *