Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Menghadapi tantangan Industri 4.0. pemerintah telah membuat peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai persiapan dalam meningkatkan kemampuan SDM nasional Dalam laporan yang diluncurkan pada tahun 2016 bertajuk “Unlockin Indonesia’s Digital Opportunity”, perusahaan konsultan global McKinsey and Company, juga telah memprediksi bahwa kontrubusi sektor ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2025 dapat mencapai 150 milyar dollar Amerika Serikat atau setara dengan 10 persen dari PDB Indonesia. Untuk mewujudkan potensi sektor digital tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang dapat menjadi pemimpin di sektor publik, swasta, dan sosial di era revolusi industri 4.0.

Terobosan program pelatihan kepemimpinan YLI dalam mencetak SDM Unggul

Menyadari kebutuhan akan SDM unggul dan pemimpin muda untuk mendorong Indonesia di era revolusi industri 4.0, Program Young Leaders for Indonesia (YLI) yang bernaung di bawah Yayasan Pemimpin Muda Indonesia (YLI Foundation) secara aktif berkontribusi selama 10 tahun terakhir dalam pemenuhan dan peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Program YLl melalui program pelatihan kepemimpinan selama 6 bulan membina talenta berkualitas dan kadar pemimpin masa depan yang berkontribusi di berbagai sektor di Indonesia. Diharapkan alumni program YLI akan menjadi generasi pemimpin masa depan yang memiliki mindset dan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) guna menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0.

Program YLI yang berdiri sejak tahun 2008, pada awalnya diinisiasi oleh McKinsey & Company di Indonesia.

“Program YLI merupakan upaya kami untuk berkontribusi secara nyata terhadap kebutuhan pengembangan SDM dan pemimpin masa depan di Indonesia sebagai lokomotif pendorong kemajuan lndonesia”, ujar Phillia Wibowo, Managing Partner, McKinsey Indonesia dan co-founder Program YLI. Sejak tahun 2010, Program YLI telah dijalankan oleh Yayasan Pemimpin Muda Indonesia dan dalam pelaksanaannya di didukung oleh berbagai perusahaan dan organisasi besar di Indonesia, antara lain Pertamina, Bank Mandiri, BTPN, Sinarmas Group, Triputra Group, Tanoto Foundation. McKinsey berperan sebagai Knowledge Partner.

Pelatihan kepemimpinan yang berlangsung selama 6 bulan menyuguhkan materi kelas dunia menggunakan berbagai framework yang biasa digunakan konsultan McKinsey & Company dalam membantu klien menghadapi berbagai tantangan organisasi. Selama program, para peserta juga berkesempatan untuk membuat proyek atau tugas yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah sosial di Indonesia. Selain mendapatkan bimbingan dari para pemimpin muda, para peserta program YLI juga berkesempatan untuk belajar langsung dari para pemimpin ternama, seperti Luhut B. Pandjaitan, Sofyan Djalil, Kuntoro Mangkusubroto, Handry Satriago, Nadiem Makarim, Rudiantara , Ignasius Jonan, Budi Sadikin, Tri Mumpuni, Najeela Shihab, Shinta Kamdani, dan berbagai tokoh lainnya dari berbagai sektor di lndonesia.

Program YLI cetak calon pemimpin masa depan untuk hadapi tantangan industri 4.0

YLI Program telah membina lebih dari 800 pemuda-pemudi terbaik Indonesia dalam periode 10 tahun terakhir. Beberapa alumni program antara lain adalah pendiri perusahaan rintisan teknologi seperti Adamas Belva Syah Devara dan Iman Usman, pendiri Ruangguru; Hendra Kwik, salah satu pendiri Payfazz; Dayu Dara Permata, salah satu pendiri GO-LIFE, GOJEK, dan dinobatkan sebagai salah satu Women in Tech under 30, hingga diplomat muda seperti Niwa R. Dwitama yang bekerja di Kementerian Luar Negeri RI.

“Selama 10 tahun ini, YLI berkomitmen untuk melatih putra-putri terbaik bangsa yang berasal lebih dari 20 universitas ternama di Indonesia, kawasan Asia, dan Australia. Kami secara berkala mengikuti perkembangan karir para alumni setelah lulus dari pelatihan dan kami melihat bahwa mereka berkembang menjadi talenta terbaik dan menapak sebagai pemimpin muda dl berbagai sektor di Indonesia,” kata Arief Budiman, Ketua Dewan Pembina Yayasan, sekaligus Presiden Direktur PT Danareksa.

Lebih lanjut, Tuty Collyer, Ketua Yayasan Pemimpin Muda Indonesia. mengatakan. “Di tahun ke-10 ini, kami akan terus berkomitmen untuk melahirkan lebih banyak lagi pemimpin muda di lndonesia yang tanggap akan tantangan Industri 4.0. Tahun ini kami meluncurkan “Kurikulum Digital” guna menyiapkan calon pemimpin yang berwawasan teknologi YLl diharapkan akan meneruskan misi ke depan dan tetap relevan dalam pengembangan SDM unggul dan generasi pemimpin masa depan di Indonesia”.

Manfaat program YLI sebagai salah satu wadah pengembangan SDM di lndonesia telah banyak dirasakan oleh para generasi muda lndonesia, seperti yang disampaikan oleh salah satu alumni program, Belva Devara, co-founder Ruangguru, “Program Young Leaders for lndonesia adalah katalis lahirnya Ruangguru, di mana saya bertemu dengan co-founder saya, Iman Usman, saat menjadi peserta YLI. Program YLI menggugah semangat dan aspirasi saya untuk melakukan perubahan yang berarti bagi masyarakat Sampai sekarang saya masih merasakan manfaat besar atas semakin luasnya Jejaring pemimpin muda (alumni YLI) yang berprestasi di berbagai sektor di lndonesia.”

Untuk memperingati 10 tahun lahirnya para pemimpin muda dari program YLI, konferensi alumni diadakan di Hotel Sheraton. Konferensi dihadiri oleh dua menteri yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Selain kehadiran kedua Menteri, para alumni juga belajar langsung dari para pemimpin ternama, seperti Hendry Satriago, CEO GE lndonesia, Phillia Wibowo, Managing Partner, McKinsey Indonesia, serta Becquini Akbar, Region Head West Java, GOJEK Indonesia. Acara konferensi alumni ini juga disponsori oleh dua perusahaan berstatus unicorn Indonesia, yaitu GOJEK Indonesia dan Tokopedia.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *