Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Sekitar puluhan orang relawan dari beberapa organisasi masyarakat melakukan sosialisasi dengan membagikan bendera Merah Putih dan penempelan stiker ke rumah warga di RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (24/2).

“Penempelan stiker bertuliskan Pancasila Yes ! Khilafah No ! di rumah-rumah warga sebagai upaya menjaga Indonesia dari kehancuran akibat situasi politik menjelang Pilpres yang semakin memanas, dimana geliat jualan Agama, Fitnah dan ujaran kebencian semakin meningkat tajam dikalangan masyarakat bawah. Aksi hari ini diikuti beberapa organisasi masyarakat dan organ relawan seperti AMPU, RJ2P dan lain-lain termasuk Gerakan Jaga Indonesia disingkat GJI. Aksi hari ini kita bagikan sekitar 1000 bendera termasuk stiker di lingkungan RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur,” kata Koordinator Aksi Novy Viky Akihary saat ditemui Media Indonesia Raya.

Ia mengatakan sosialisasi penempelan stiker sekaligus membagikan bendera Merah Putih sebagai cara untuk meredam gejolak di masyarakat terkait isu khilafah yang semakin menguat ditambah lagi khilafah tersebut didukung oleh Ormas yang dikenal radikal seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang saat ini sudah dibubarkan oleh Pemerintah.

“Mengingat HTI telah resmi dibubarkan oleh putusan MA dan otomatis menjadi organisasi terlarang, maka bisa saja peristiwa paska G 30 S PKI akan terulang kembali dimana diperkirakan 3 juta orang mati sia-sia karena dituduh PKI. Tentu kami sangat kuatir hal yang sama juga terjadi pada masyarakat tidak berdosa pada saat dituduh sebagai HTI,” tutur Novy.

Novy lebih lanjut mengatakan dua hal diatas yang mendasari gerakan hari ini, sekaligus menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat melakukan gerakan yang sama demi menyelamatkan Pancasila, NKRI serta berkibarnya Merah-Putih.

Senada dengan Novy, Ketua Umum AMPU Flora M mengatakan Aksi yang mereka gelar bertujuan untuk menjaga dan merawat NKRI dengan dasar pancasila dari oknum-oknum yang ingin menggantikan sistem Pancasila di NKRI dengan sistem Khilafah.

“NKRI dengan dasar Pancasila sudah final dan telah teruji mampu merawat kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia hinga saat ini, namun begitu banyak oknum-oknum yang merongrong NKRI saat ini, salah satunya timbulnya paham-paham radikalisme terkhusus sistem Khilafah,” kata Flora.

Sedangkan Ketua RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur, Haryono mengapresiasi aksi yang digalang oleh Novy dan kawan-kawan.

“Menurut saya yang mereka lakukan hari ini adalah untuk bela negara terutama mempertahankan dasar negara yaitu Pancasila terutama NKRI. NKRI bagi orang Indonesia adalah harga mati. Mudah-mudahan gerakan yang dilakukan oleh Bang Novy dan kawan-kawan diketahui seluruh lapisan masyarakat. Kenapa ? biar terjalin ikatan kebersamaan di masyarakat sehingga Indonesia bisa bersatu. Yang pasti dilingkungan RW 02 ini tidak ada masalah negatif yang terjadi. Masyarakat disini terus menjaga kondisi dan situasi tetap kondusif. Apalagi tahun ini khan tahunnya politik,” kata Haryono.(Win) 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *