Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menggelar survei pakar/public opinion makers (POM) bertema “Mencari Figur Milenial Potensial Jadi Menteri”. Riset ini dilaksanakan pada 25 Februari 12 Maret 2019 di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat. Riset ini menggunakan metode uji kelayakan figur melalui tiga tingkatan, yakni meta-analisls, focus group discussion (FGD), penilaian para pakar/public opinion makers.

“Sedangkan pengambilan sampel para pakar/public opinion makers dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yakni sampling diambil tidak secara acak dan sesuai dengan jumlah sampel yang telah ditetapkan,” kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia kepada Media Indonesia Raya.

Menurut Ali, terdapat 110 pakar/public opinion makers yang menjadi juri penilai dalam riset ini yang terdiri dari Akedemisi, Jurnalis/Tokoh Media, Pengamat/Peneliti, Partai Politik, Ormas/LSM, Pengusaha Muda/Start Up, Aktivis Mahasiswa/OKP, Budayawan/Tokoh Masyarakat, Kalangan Profesional dan Praktisi Pemerintahan.

“Sementara total figur milenial yang dinilai oleh para pakar ada 32 figur, yakni 16 dari milenial profesional dan 16 dari milenial partai. Adapun pengukuran kualitas personal para tokoh dalam riset ini dibatasi hanya pada 5 (lima) aspek, yakni aspek Integritas & Rekam Jejak, Kompetensi & Kapabilitas, Inovasi & Kreativitas, Komunikasi Publik & Pengaruh Sosial, dan Aspek Manajerial & Kemampuan Memimpin,” kata Ali menambahkan.

Temuan pokok Survei Pakar/Public Opinion Makers adalah sebagai berikut:

1. Para pakar/public opinion makers menilai bahwa rentang usia 41-50 tahun (52%) dan usia 31-40 tahun (41%) merupakan usia yang paling ideal menjadi menteri. Sementara itu, aspek Kompetensi & Kapasitas (28%) dan Integritas & Rekam Jejak (20%) merupakan aspek paling penting dan harus dimiliki oleh seorang menteri.

2. Di sisi lain, pakar/public opinion makers menilai bahwa 30 persen (30%) dan 40 persen (27%) merupakan komposisi ideal generasi milenial masuk kabinet. Terkait preferensi latar belakang menteri, sebanyak 66.36% para pakar/public opinion makers menginginkan bahwa menteri milenial dari kalangan profesional dan sebanyak 28.04% menilai sama saja antara kalangan profesional atau partai.

Figur MiIenial Profesional

1. Dalam aspek integritas dan rekam jejak, nama Emil Dardak (7.94), Nadiem Makarim (7.94), Merry Riana (7.54), Witjaksono (7.14), Achmad Zaky (7.01), dan Inayah Wahid (7.01) merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling berintegritas.

2. Dalam aspek kompetensi dan kapabilitas, nama Emil Dardak (8.05), Nadiem Makarim (7.75), Merry Riana (7.37), Inayah Wahid (7.19), Achmad Zaky (7.17), dan Witjaksono (7.15), merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling punya kompetensi dan kapabilitas.

3. Dalam aspek inovasi dan kreativitas, nama Nadiem Makarim (8.18), Achmad Zaky (7.97), Emil Dardak (7.77), Witjaksono (7.29), Merry Riana (7.20), dan Dian Sastro (7.19) merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling kreatif dan inovatif.

4. Dalam aspek komunikasi publik dan pengaruh sosial, nama Emil Dardak (7.95), Nadiem Makarim (7.86), Dian Sastro (7.72), Merry Riana (7.55), Achmad Zaky (7.32), dan Agnes Monica (7.30) merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling mampu melakukan komunikasi publik dan punya pengaruh sosial yang luas.

5. Dalam aspek manajerial dan kemampuan memimpin, nama Emil Dardak (8.12), Nadiem Makarim (7.71), Achmad Zaky (7.42), Witjaksono (7.09), Merry Riana (7.03), dan Inayah Wahid (6.77) merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling kokoh dari aspek manajerial dan kemampuan memimpin.

6. Rerata total penilaian 5 aspek (Milenial Profesional), nama Emil Dardak (79.66), Nadiem Makarim (78.88), Achmad Zacky (73.76), Merry Riana (73.02), Witjaksono (71.78), dan Inayah Wahid (70.58) merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling unggul dibandingkan yang lain.

Figur Milenial Partai

1. Dalam aspek integritas, nama Taj Yasin Maimoen/PPP (6.91), Agus Harimurti Yudhoyono/Demokrat (6.83), Diaz Hendropriyono/PKPI (6.44), Grace Natalie/PSI (6.44), Prananda Paloh/NasDem (6.06) dan Lukmanul Hakim/PKB (5.99) merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling punya integritas.

2. Dalam aspek kompetensi dan kapabilitas, nama Agus Harimurti Yudhoyono/Demokrat (7.09), Taj Yasin Maimoen/PPP (6.94), Grace Natalie/PSl (6.74), Diaz Hendropriyono/PKPI (6.52), Lukmanul Khakim/PKB (6.16), dan Prananda Paloh/NasDem (6.06), merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling punya kompetensi dan kapabilitas.

3. Dalam aspek Inovasi dan kreativitas, nama Grace Natalie/PSI (6.80), Taj Yasin Maimoen/PPP (6.65), Agus Harimurti Yudhoyono/Demokrat (6.49), Hendropriyono/PKPI (6.09), Prananda Paloh/NasDem (5.93), dan Lukmanul Khakim/PKB (5.93), merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling punya inovasi dan krativitas.

4. Dalam aspek komunikasi publik dan pengaruh sosial, nama Agus Harimurti Yudhoyono/Demokrat (7.48), Grace Natalie/PSI (7.17), Taj Yasin Maimoen/PPP (6.81), Diaz Hendropriyono/PKPI (6.43), Prananda Paloh/NasDem (6.20), dan Lukmanul Khakim/PKB (6.18) merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling punya komunikasi publik dan pengaruh sosial.

5. Dalam aspek manajerial dan kemamuan memimpin, nama Grace Natalie/PSI (7.16), Agus Harimurti Yudhoyono/Demokrat (7.14), Taj Yasin Maimoen/PPP (6.94), Diaz Hendropriyono/PKPI (6.70), Lukmanul Khakim/PKB (6.29), dan Prananda Paloh/NasDem (6.20), merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling punya manajerial dan kemampuan mempimpin.

6. Rerata total penilaian 5 aspek (Milenial Partai), nama Agus Harimurthi Yudhoyono/Demokrat (70.06), Grace Natalie/PSI (68.62), Taj Yasin Maimoen/PPP (68.51), Diaz Hendropriyono/PKPI (64.36), Lukmanul Khakim/PKB (61.11), dan Prananda Surya Paloh/NasDem (60.91), merupakan 6 besar nama-nama yang dinilai pakar/public opinion makers paling unggul dibandingkan yang lain.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *