Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Presidium Pusat Barisan Pembaruan (PP-BP) Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin mengadakan acara Traning for Trainer (ToT) Pelatihan Saksi TPS/di Luar TPS untuk Paslon 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang diadakan pada Rabu sore (20/3) di Jl. Slamet Riadi No. 5, Matraman, Jakarta Timur.

Tampak hadir di acara ini Penasehat Koalisi Nasional Relawan Muslim Indonesia Haidar Alwi, Ton Abdillah Has, Koordinator Nasional Relawan Muslim Indonesia (KN-RMI), Ketua Umum DPP Angkatan Muda Majelis Dakwah Indonesia (AMDI) , Syafrudin Budiman, S.IP Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP)/Konsultan Media dan Politik, Stephanie Dewi (Ketua Umum Sosialita Jokowi).

Sebelum kegiatan Traning for Traner (ToT) Pelatihan Saksi TPS/di Luar TPS untuk Paslon 01 Jokowi-KH Makruf Amin dilaksanakan Penasehat Koalisi Nasional Relawan Muslim Indonesia Haidar Alwi mengadakan konferensi pers terkait tertangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadi Partai Pengusung Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Ir. H. Muhammad Romahurmuziy, M.T.

“Baru-baru ini seorang Ketua Umum partai yang berlambang ka’bah tertangkap OTT di Surabaya beserta jajaran Kanwil Departemen Agama Jawa Timur. Disini kita sebagai rakyat Indonesia malu, juga sebagai relawan 01, sebelumnya kita melihat bagaimana perjuangan seorang Romahurmuzly terhadap pak Jokowi untuk pemenangan 01,” kata Haidar.

Menurut Haidar, peristiwa OTT oleh KPK ini harus disikapi secara positif.

“Ketika Jokowi berkuasa Jokowi, tidak sedikitpun beliau menyentuh  ranah yudikatif atau ranah hukum. Dimana dirinya tidak ikut sama sekali dan memberikan statemen yang sangat bagus yaitu meminta siapapun jika bersalah kasusnya harus lanjutkan ke jalur hukum,” tutur Haidar menambahkan.

Haidar berharap kedepan tidak ada lagi keluhan seperti Romi tentang besarnya biaya politik sehingga menjadi alasan menyalahkan pemerintah tidak ikut membantu dalam membiayai berpolitik partai.

”Jadi harapan kita relawan nusantara Jokowi, teman-teman aliansi relawan Jokowi minta kepada pemerintah, agar supaya kementerian agama diisi oleh orang-orang profesional bukan dari partai supaya tidak punya tanggung jawab terhadap partai yang mengusung, karena apabila yang mengusung partai dan mereka yang mengusung namanya pasti akan punya ikatan untuk balas budi. Nanti ujung-ujungnya akan terjadi hal seperti ini lagi,” terang Haidar Alwi.

Haidar menegaskan perlunya  sikap militansi dari para relawan agar Jokowi bisa terpilih kembali.

“Tugas kita relawan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin wajib menang. Kita relawan harus militan jika tidak maka Joko Widodo tidak akan terpilih. Jadi saya meminta kepada teman-teman relawan, kita terus sosialisasikan paslon 01, jika kita memang sayang negeri kita, rakyat, Pancasila,  merah putih dan sayang dengan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Maka kita wajib memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin,” tegas Haidar Alwi.

Sedangkan Syarifudin Budiman, S.I.P, Ketua Umum PP Barisan Pembaharuan (PP-BP)menambahkan perlunya melahirkan figur-figur baru jika Jokowi kembali memimpin negara ini.

“Orang-orang yang profesional, orang yang mengerti agama, mengerti dalam segala hal dan bukan dari partai. Harapan kita kepada pemerintahan pak Jokowi mendesak untuk memilih calon-calon yang profesional dan memiliki moral yang baik seperti Pak Haidar Alwi ,” kata Gus Din.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *