Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Pesta demokrasi yaitu pemilu presiden (pilpres) baru saja usai. Berdasarkan hasil hitung cepat, mayoritas lembaga survei yang memenangkan pasangan calon nomor urut 01 yaitu H. Ir. Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin yaitu menyatakan bahwa Jokowi-Amin menang dengan angka 54 sampai 55 persen, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan angka 44 sampai 45 persen.

Namun pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin kalah dalam perolehan suara di Aceh.

Sebaliknya, capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno berhasil meraup suara di atas 80 persen.

Tengku Sufani Syekhy Usman, Ketua Umum Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Independen, salah satu komunitas yang beranggotakan sekitar 2000 eks kombatan yang pada pilpres 2019 ini menjadi pendukung Jokowi-Amin, membeberkan beberapa hal penyebab kegagalan dalam memenangkan Jokowi-Amin di Aceh.

“Selama ini kita bergerak untuk memenangkan Pak Jokowi dengan bekerja sangat keras, fokus dan serius. Kami dirikan komunitas ini karena di Aceh sendiri ada juga komunitas GAM pendukung Prabowo-Sandi. Mereka bergabung ke Partai Aceh, partai lokal di Aceh, jadi kita melawan dan berkompetisi dengan Partai Aceh,” kata Tengku Sufani Syekhy Usman kepada jurnalis Media Indonesia Raya di Rumah Aspirasi Rakyat Jokowi-Amin, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019).

Perolehan suara dalam Pilpres 2019 untuk Jokowi-Ma’ruf di Aceh kalah jauh dibanding rivalnya Prabowo-Sandi.

“Seperti kita ketahui di Aceh sendiri kalah pada pilpres kemarin, tingkat kalahnya juga tinggi. Itu ada penyebabnya yakni masyarakat Aceh sudah termakan hoaks terutama menyangkut masalah agama, pelarangan adzan dan berkumpul orang di mesjid, masuknya paham komunis serta isu Cina menguasai Indonesia. Isu-isu inilah yang sangat berat untuk kita lawan di Aceh,” kata Sufani.

Ditambah lagi masuknya penceramah kondang seperti ustad Abdul Somad, AA Gym disamping masuknya video ceramah Habib Rizieq membuat pilihan masyarakat Aceh condong ke pasangan Prabowo-Sandi.

“Mereka itu ulama yang menjadi panutan kebanyakan masyarakat Aceh. Bagi masyarakat Aceh apa yang mereka katakan itu benar. Tapi anggota kami sendiri yaitu sekitar 2000 anggota GAM Independen terus bergerak mempengaruhi masyarakat terutama untuk menangkis isu yang mengatakan bahwa Pak Jokowi itu anti Islam. Sudah banyak ulama dan masyarakat Aceh yang sudah kembali positif ke Pak Jokowi, namun karena minimnya dukungan Tim Kampanye Daerah (TKD) dan Tim Kampanye Nasional (TKN) dalam bentuk dukungan saksi pemilu. Jadinya kerja kami sia-sia. Jelas kami kewalahan dalam rangka pendampingan masyarakat Aceh mendukung Jokowi-Amin. Padahal respon masyarakat Aceh sangat positif kepada Pak Jokowi, terutama untuk pembangunan Aceh selama hampir 5 tahun ini,” sesal Sufani.

Jokowi pernah tinggal di Aceh. Dan beliau satu-satunya Presiden Indonesia yang paling sering berkunjung ke Aceh. Ini menunjukkan kecintaannya kepada Aceh, apalagi menurut Sufani kepemimpinan Jokowi yang demokratis dan religius jelas mendapat kesan positif dari rakyat Aceh.

“Pak Jokowi ini adalah pemimpin yang sangat merakyat, bekerja tulus, dan serius untuk nembangun Indonesia secara menyeluruh. Program pembangunannya merata dan berkeadilan terutama untuk daerah diluar pulau Jawa. Dari sekian banyak presiden yang pernah memimpin Indonesia, Pak Jokowi ini sangat pro dan memihak kepentingan rakyat. Tak ada konflik di Aceh termasuk wilayah lainnya di Indonesia. Kepemimpinan Pak Jokowi jauh dari sifat otoriter dan diktator, berbeda dengan Prabowo yang sangat kental orde baru yang dikenal otoritarian itu. Jadi alasanlah ini kami memilih Pak Jokowi dan menolak Prabowo Subianto,” tegas Sufani menambahkan.

Menurutnya sudah 13 tahun perdamaian di Aceh, namun belum ada penyelesaian masalah secara menyeluruh. Untuk itu dia berharap pembangunan di Aceh tetap harus masif tanpa melupakan sisi budaya dan reliji masyarakat Aceh.

“Pertama, kami diberi peran dan tugas untuk ikut menyelesaikan persoalan di Aceh. Kedua, secara nasional kami juga berharap Pak Jokowi memperhatikan sisi religi masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam, tapi tetap mengayomi umat lainnya berdasarkan ideologi Pancasila. Apalagi beliau didampingi KH Ma’ruf Amin kita kenal sebagai ulama besar, jadi mustahil Pak Jokowi ini anti Islam. Bagi kami itu hoaks yang disebar lawan politik beliau,” tandas Sufani.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *