Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun BERSAMA (badan kerjasama sosial usaha pembinaan warga tama) yang ke 41, segenap jajaran Organisasi BERSAMA beserta para penggiat anti narkoba dan tokoh nasional berkumpul melakukan syukuran di Balai Tetap Setia PP Polri Jalan Siaga Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019) pagi.

Ketua BERSAMA Irjen Pol (Purn) Putera Astaman mengatakan perlunya energi positif dari pemerintah, LSM dan Organisasi BERSAMA untuk menanggulangi masalah narkotika di Indonesia.

Sedangkan Ketua Panitia Hut ke 41 Organisasi BERSAMA, Dr. Charletty Choesyana Taulu, M.Psi mengatakan Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) menjadi wadah koordinasi dan konsultasi bagi anggota masyarakat baik baik dari organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat maupun relawan perorangan yang bergerak dalam upaya penanggulangan bahaya madat. Data BNN sendiri menyatakan bahwa tidak kurang dari 15.000 orang generasi muda bangsa meninggal setiap tahun akibat mengkonsumsi Narkoba, ini berarti 41 orang meninggal per hari.

“Kita berdiri sejak tanggal 26 Juni 1978, dan di usia yang ke 41 tahun, organisasi kami berharap timbulnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan daya tahan dan daya tangkal dalam pencegahan dan penanggulangan bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (madat). Kita prihatin dengan terus merebaknya bahaya dan kasus-kasus Narkoba di tanah air. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pernah menyatakan bahwa kini berton-ton narkotika masuk diselundupkan dari luar negeri dengan berbagai cara, yang berarti pula berjuta-juta rakyat Indonesia sebagai konsumen narkotika. Ini jelas pekerjaan berat yang harus kita tangani bersama-sama,” kata Charletty kepada jurnalis Media Indonesia Raya.

Menurutnya Organisasi BERSAMA menjadi institusi kerjasama antar lembaga/organisasi non pemerintah yang secara aktif giat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu mereka berinisiatif merangkul Ormas, OKMP,  LSM serta menghimbau dan mengusulkan kepada Pemerintah beserta seluruh jajarannya untuk bersama-sama masyarakat dan seluruh komponen bangsa melaksanakan ”Gerakan Nasional Perang Melawan Narkoba/Madat”.

“Saat ini Organisasi BERSAMA telah diakui sebagai organisasi yang mewakili Indonesia dalam forum anti madat tingkat regional ASEAN, Asia Pasifik maupun tingkat internasional. Jadi kita juga aktif bersama-sama organisasi dan penggiat anti narkoba dari negara-negara lainnya untuk bersama-sama menanggulangi masalah narkoba,” ujar Charletty.

Selain itu, di usianya ke 41 BERSAMA menyelenggarakan serangkaian acara, diantaranya Temu Wicara Nasional bertemakan “Drugs Demand Reduction melalui Pembinaan Tiga Komunitas Strategis” dan Syukuran Peringatan HUT ke-41 BERSAMA dengan tema ”Kuat dan Jayakan Organisasi untuk Indonesia BERSINAR”.

Dalam acara tersebut, tampak hadir Perwakilan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Perwakilan BNN, Jendral TNI (Pur) Tri Sutrisno mantan wakil Presiden RI, dan ibu Kartakusuma pendiri organisasi BERSAMA.

Tidak ketinggalan hadir pula Wakil Sekjend BERSAMA Drs Asri Hadi, M.A.

Dalam kesempatan itu juga hadir Tokoh dan Penggiat Anti Narkoba seperti Ketua Umum GEPENTA, Brigjend Pol. Purn. DR. Parasian Simanungkalit, S.H., M.H., dan lainnya.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *