Spread the love

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo menyatakan akan menerima usulan calon menteri tidak hanya dari partai politik. Termasuk semua unsur kelompok relawan pendukungnya.

Menindaklanjuti usulan tersebut, Relawan Jokowi yang tergabung dalam Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia 2013 mendorong Dr. R.A. Ikke Dewi Sartika, M.Pd sebagai bakal calon Menteri Pembangunan Desa, karena pada kesempatan lain Alumni ini memohon Presiden Jokowi di Nawacita-II agar adanya Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Koordinator Alumni bidang Humas, Erwin Niwattana S, mengatakan kriteria menteri desa yang mereka usulkan harus memiliki chemistry dengan Presiden Jokowi.

“Hubungan kedekatan figur menteri dengan Presiden Jokowi atau chemistry sangat penting karena pembantu presiden itu harus sinkron dengan visi dan misi Presiden Jokowi dan harus bisa bekerja mengikuti ritme Jokowi,” katanya kepada para media di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Rabu (28/8/2019).

“Berkaca dari kabinet sebelumnya ada beberapa menteri yang terkena reshufle, maka kami menganggap sangat penting faktor chemistry disamping kriteria lainnya seperti Berani, Eksekutor Kuat, Integritas, Strategis, Taktis dan Profesional. Walaupun begitu urusan pemilihan calon menteri itu mutlak hak prerogratif Pak Jokowi sebagai Presiden,” imbuhnya.

Sementara itu Koordinator Alumni bidang Event Organizer, Arief P. Suwendi menilai, diusungnya Ikke Dewi Sartika sebagai Menteri Pembangunan Desa (KPD) karena pertimbangan memiliki riwayat pendidikan dan pengalaman yang baik dan profesional di bidangnya.

“Calon menteri desa yang kita ajukan harus memiliki kompetensi, ia (calon Menteri Pembangunan Desa) juga punya sokongan dari organisasi masyarakat, atau organisasi relawan dan punya kedekatan khusus dengan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ujar Arief.

Ikke Dewi Sartika mengaku mendapat dukungan dari Relawan Alumni Kongres Jokowi Sedunia dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) untuk maju sebagai Menteri Pembangunan Desa

Menjawab dukungan yang diberikan tersebut Ketua Asean Flower Festival (AFF) tahun 2016 & 2020 yang akan datang serta Penasehat Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) ini sudah menyiapkan beberapa langkah jika dipercaya menjadi menteri. Salah satunya ialah penguatan koordinasi terutama dengan kementerian lain yang terkait. Koordinasi bukan hanya dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan saja, tapi juga ke Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan kementerian teknis lain yang memiliki program di desa.

“Ini harus dinomorsatukan karena merupakan hal yang sangat strategis. Dengan begitu, harapannya, kementerian teknis bisa masuk ke desa dengan cara pandang yang sama dalam memajukan dan memandirikan desa sesuai amanah UU Desa,” kata Ikke.

Pekerjaan berikutnya berkaitan dengan penyaluran dana desa. Ia mengatakan, menteri harus mampu memastikan bahwa dana desa terdistribusi tepat waktu agar nantinya anggaran tersebut dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan potensi ekonomi desa, dan melahirkan pengusaha baru.

“Sayangnya, dalam kurun waktu hampir lima tahun ini, masih saja ada keterlambatan penyaluran dana desa yang bisa disebabkan oleh pemerintah desanya sendiri atau bahkan pemerintah kabupatennya. Juga harus bisa dipastikan bahwa dana desa yang pemerintah gelontorkan, dibelanjakan oleh pemerintah desa tersebut harus transparan. Hal ini penting lantaran dana tersebut sangat dibutuhkan sebagai modal dan alat utama dalam menggerakkan desa,” ucapnya.

Sedangkan langkah atau pekerjaan ketiga adalah terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu Pemerintah Desa, Perangkat Desa dan Pendamping Desa.

“Merespon visi yang ditanamkan Presiden Jokowi maka saya akan fokus kepada pengembangan kapasitas Pemerintah Desa (Kepala Desa), Perangkat Desa, dan Pendamping Desa. Kementerian Pembangunan Desa (KPD) wajib melakukannya dengan pelatihan-pelatihan/Kelompok Kerja. Ini penting agar mereka paham bahwa tugas Pemerintah, Perangkat, dan Pendamping Desa bukan hanya mengurusi dana desa tetapi juga membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi desa secara mandiri,” tuturnya.

Selain itu Ikke bersama Yayasan Pamanah Rasa Nusantara memiliki beberapa program unggulan seperti Agro Tekno Park, Etalase Bunga Dunia 2020-2024 dan Kopi & Rempah Penyegar. Menurutnya program ini bertujuan membangun pertanian dan destinasi wisata baru berdaya saing internasional.

“Itu sebagai bentuk kepedulian dan keseriusannya saya membangun dan memberdayakan& Membangun SDM desa, dengan memanfaatkan potensi alam yang berlimpah. Jika dipercaya dan dipilih oleh Bapak Jokowi saya berjanji akan mengimplementasikan program Etalase Bunga Dunia dan Agro Tekno Park untuk mendongkrak ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *