Spread the love

Foto: Warsito

“Scribo Ergo Sum, Aku Menulis Maka Aku Ada”

(Rene Descartes)

Jakarta, Media Indonesia Raya – Laju mobil memasuki sebuah desa di wilayah kabupaten Sragen, tepatnya di wilayah Tileng RT 7, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Suasana udara terasa panas, namun kami berempat tetap memutuskan untuk bertemu dengan Pak Endi, menurut cerita orang beliau adalah sosok yang sangat humble, rilijius dan terbuka. Lima menit setelah kami melewati seperempat desa, akhirnya tiba juga dirumah mas Endi. Sebuah rumah berdinding tembok dikelilingi berbagai macam sangkar yang dihiasi burung berkicau. Setelah kami mengetuk pintu tidak berapa lama keluarlah pria paruh baya, senyum dan sapanya mirip gaya abdi keraton Surakarta. Banyak cerita yang beliau sampaikan kepada kami, mulai awal berkarir dan sampai pada akhirnya beliau dipercaya kabupaten Sragen untuk menjadi kepala sekolah.

Setumpuk ide yang akan dilakukan tentunya banyak menginspirasi kami. Selang sepuluh menit datang juga minuman khas yaitu teh celup yang diberi gula tebu, dilengkapi tahu pong goreng menambah meriah suasana bincang sore itu. Pegawai negeri golongan IV B ini ternyata juga ketua MKKS di wilayahnya. Disamping itu beliau juga seorang penggiat literasi yang sangat aktif di kabupaten Sragen. Lisannya mengatakan bahwa kedepan beliau akan membuat event literasi dengan puncak menerbitkan 100 judul buku hasil karya siswa SD dan SMP se kabupaten Sragen.

“Literasi adalah satu hal yang harus kita kembangkan, karena ini adalah salah satu cara membentuk karakter positif siswa,” kata pria yang dikaruniai dua orang anak ini.

Perbincangan kami tidak berhenti di wilayah itu, beliau juga banyak bercerita tentang budaya dan sosial kemasyarakatan.

Dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik, pria yang sudah memiliki gelar S2 ini juga selalu mengunakan istilah nguwongke uwong atau mengorangkan orang dalam arti selalu menghargai pendapat serta apa yang dilakukan orang lain. Motto hidupnya adalah berguna bagi orang lain.

Menurutnya segala sesuatu yang dikerjakan dengan niatan tulus pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik. Apapun yang dilakukan tentunya didukung oleh kepala daerah yang baik.

“Saat ini kepemimpinan Bupati Yuni sudah sangat baik. Apalagi Ibu Bupati sekarang sangat konsen terhadap peningkatan prestasi siswa di kabupaten Sragen. Beruntung Sragen memiliki seorang Bupati yang tanggap dengan segala hal,” ungkapnya.

Pria yang bernama lengkap Endi Herujanto S.Pd, M.M, merupakan salah satu anak desa yang sanggup mengubah hidupnya menjadi seorang pegawai negeri. Ayahnya bernama Supono dan ibu bernama Sri Munatun ini dari kecil sudah terbiasa hidup dalam keadaan sangat sederhana. Baginya perjalanan hidup adalah guru yang abadi dan pengalaman adalah sumber keberhasilan. Dalam benaknya pria ini selalu teringat pesan orang tuanya bahwa dalam kehidupan tidak ada yang abadi, yang abadi adalah ketika apa yang kita kerjakan bisa bermanfaat bagi sesama.

Satu jam bercerita tentang kehidupannya hingga tidak terasa waktu sudah mendekati magrib, kami akhirnya berpamitan untuk pulang ke rumah. Kami sangat kagum dengan sosok seperti ini, berkarakter, penuh imajinasi, banyak pengalaman tentunya bisa menjadi contoh generasi muda. Penerangan desa mengantar kami hingga ke jalan raya, konsentrasiku terfokus pada pedal gas dan rem mobil yang aku kendarai, walaupun sepintas dalam benakku teringat keinginannya untuk membuat event literasi dan akan memecahkan rekor dengan menerbitkan 100 buku sekaligus.(Gat)

Penulis: Gatotkoco Suroso, Pendiri IPI
Editor: Erwin Niwattana S

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *