Spread the love

Ketua Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK
Indonesia Network) dari Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa saat memberikan keterangan persnya di Bangkok, Senin (5/8/2019) terkait rencana para ahli iklim di wilayah Asia membentuk Asian Climate Experts atau ACE. Foto: Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Indonesia telah berkomitmen pada target pengurangan emisi gas rumah kaca secara komprensif dan menerapkan respons nasional yang kuat terhadap perubahan iklim global termasuk di Asia.

Untuk menangani isu tersebut diperlukan penguatan peran akademisi dan peneliti serta kolaborasinya dengan pemangku kepentingan untuk menghadapi dekade penting di depan.

“Oleh karena itu, para ahli iklim di wilayah Asia sepakat membentuk Asian Climate Experts atau ACE, untuk secara kolektif mempercepat upaya aksi iklim di wilayah Asia,” ungkap Mahawan Karuniasa, dari Universtias Indonesia dan Ketua Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK
Indonesia Network).

Menurut Mahawan pertemuan Asian Climate Experts akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 September di Bangkok, dalam rangka Asia Pasific Climate Week yang diselenggarakan oleh UNFCCC.

Pada kesempatan tersebut, Sabarrudin dari Universitas Sriwijaya yang juga Wakil Ketua Umum APIK Indonesia Network menyatakan pembentukan ACE yang merupakan jejaring ahli iklim di
Asia akan memperkuat produksi dan implementasi ilmu pengetahuan dalam menghadapi perubahan iklim di wilayah regional.

“Selain itu juga akan memberikan dukungan posisi negara di
Asia dalam upaya pengendalian iklim global,” ujar Sabarrudin.

Sedangkan Gusti Anshari, dari Universitas Tanjungpura, salah satu Author Indonesia untuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang berfungsi untuk memberikan kontribusi ilmiah pada aksi iklim, menekankan adanya kesamaan isu antar negara, antara lain seperti isu biodiversity.

Pertemuan pembentukan ACE dihadiri para ahli Asia yaitu dari perwakilan Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

Namun beberapa ahli dari Asia lainnya, antara lain Malaysia juga memberikan respon positif untuk bekerjasama melalui ACE. Asia Pacific Climate Week (APWC) diselenggarakan dalam rangka mendorong upaya percepatan aksi perubahan iklim dan ambisi lebih di region Asia Pasifik.

Hasil pertemuan APWC akan menjadi bahan penting Climate Action Summit di New York pada 23 September dan COP 25 di Chili yang akan dilaksanakan bulan
Desember 2019.(Win)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *