Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Demo gabungan mahasiswa FISIP Unisma dan Front Rakyat Bekasi (FRB) yang didalamnya tergabung organ LMND-DN Bekasi, Sema FISIP UNISMA, UKM PUSAKA UNISMA, GMNI Kota Bekasi, FKPB Pekayon dan Pedagang kaki lima samping kampus Unisma. Melakukan aksi demo di depan Kantor Balaikota Bekasi, Jl. Ir. H. Juanda, Sore ini, Kamis (13/1/2022).

“Menuntut audit dan Pemeriksaan terhadap seluruh lembaga Pemerintahan Kota Bekasi agar Pemerintahan Kota Bekasi bersih dari segala Bentuk Korupsi,” kata Putera Sena, Ketua Senat FISIP Unisma, sebagai Korlap Aksi dalam orasinya.

Seperti diketahui bersama bahwa eks Walikota Bekasi Rahmat Efendi ditangkap oleh lembaga anti rasuah atau KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 6 Januari 2022 lalu.

KPK membeberkan sejumlah bukti-bukti yang salah satunya adalah jual-beli jabatan.
Namun, sebelum insiden tersebut terjadi, selama masa jabatan masih dipegang Rahmat Effendi ada kasus-kasus di Kota Bekasi yang belum terselesaikan dan meninggalkan konflik berkepanjangan. Hal ini tentu dikaitkan oleh publik dengan ditetapkannya eks Walikota Bekasi sebagai tersangka kasus korupsi tersebut.

Putera Sena, memberikan contoh, seperti kasus revitalisasi Kalimalang dan Pembangunan Tol Becakayu. Dimana ancaman tersebut telah terngiang oleh publik sejak 2019 awal. Dalam wacana tersebut, publik Bekasi telah membaca ada ancaman penggusuran yang berdampak pada kehidupan rakyat dikemudian hari.

Para pedagang UMKM yang ada disekitar kampus Unisma Bekasi, adalah salah satu titik yang berdampak pada sektor riil perekonomian rakyat terancam “diusir” dari lokasi yang sudah puluhan tahun mencari nafkah keluarga dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan ditangkapnya beberapa pejabat di lingkungan Pemda Kota Bekasi bisa membuka kotak pendora jaringan koruptor yang ada dan bisa dijadikan momentum untuk mengembalikan kota Bekasi sebagai Kota yang bersih dari korupsi mewujudkan Kota yang Good dan Clean Goverment.

“Tertangkapnya Rahmat Effendi dan beberapa pejabat adalah Fenomena gunung Es, hanya yang tampak di permukaan, memungkinkan kondisi yang sebenarnya lebih parah melibatkan banyak pihak dan ini harus dibongkar hingga terang benderang,” pungkas Sena.(Win/Red)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *