Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Forum Kabah Membangun (FKM) telah mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024 mendatang.

Atas hal itu mereka memasang badan terkait isu intoleran yang seringkali dikaitkan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Mereka menegaskan Anies bukan bakal calon presiden ‘kaleng-kaleng.’

“Ini bukan Gubernur kaleng-kaleng tapi dia punya track record membangun DKI hari ini,” kata Ketua Umum FKM Habil Marati sangat menggelar konferensi pers di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2022).

Dia menegaskan isu intoleran yang dikaitkan kepada Anies adalah latah politik.

“Jadi politik itu latah, tidak ada itu identitas. Saya tidak ambil pusing dengan politik identitas, saya ambil pusing bagaimana demokrasi kita bisa menuntaskan hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Selain itu Habil Marati juga mengusulkan kepada Anies Baswedan memilih calon wakil presiden dari militer. FKM melihat militer itu harus hadir dalam kekuasaan negara sebagai wapres.

Habil mengatakan jika NKRI dibangun atas tiga unsur yaitu umat beragama, nasionalis dan militer. Menurutnya militer harus hadir karena TNI ada sebelum NKRI di mana TNI turut membentuk NKRI. “Jadi, kenapa harus ada militer? Alasannya ada dua,”ujar dia.

Menurutnya TNI ikut membentuk NKRI, oleh karena itu dalam kondisi tidak perang maka militer juga bersifat civil society. Sedangkan sipil dalam kondisi perang maka nantinya semua menjadi militer cadangan.

Menurutnya saat ini konsep ideologi negara sedang tercabik-cabik, dengan ideologi yang semakin liar. Oleh karena itu Indonesia butuh kembali trilogi pembangunan.

Kemudian dengan kehadiran militer maka nanti stabilitas nasional yang mantap dan dinamis akan tercipta. Stabilitas nasional yang terjaga tentu akan berpengaruh terhadap pembangunan bangsa ini.

“Mana mungkin ada lapangan pekerjaan, mana mungkin ada aliran investasi kalau tidak ada stabilitas yang mantap dan dinamis,”kata dia.

Oleh karena itu, posisi wapres sebagai penjamin stabilitas yang mantap, harus berada di dalam kekuasaan negara. Sehingga TNI harus hadir dalam kekuasaan negara demi stabilitas nasional.

“Tidak bisa tidak. Keberadaannya dibutuhkan di dalam menjaga stabilitas nasional, khususnya di dalam percaturan ideologi nasional,”kata dia.

Meski menginginkan dari militer namun ia mengaku memang belum mengajukan siapa tokoh militer yang cocok untuk Wapres Anies nanti. Menurutnya semua itu bergantung dari Anies Baswedan sebagai calon presiden.

“Itu tergantung mas Anies, mas Anies milih siapa, tergantung mas Anies tapi yang jelas,” kata dia.

Dia menandaskan kehadiran dari FKM tidak untuk memecah belah PPP. FKM melihat PPP struktural berada dalam situasi dilematis. Di mana PPP saat ini tidak bergabung dalam KIB dan itu tidak membawa gerbong massa sendiri.

Padahal FKM ini didukung di dalamnya dengan kurang lebih 1.000 mantan mantan anggota DPR RI dan DPR tingkat I serta pengurus. Sehingga menurutnya hal tersebut merupakan magnet suara.

“FKM justru kami berikrar agar PPP lolos dalam parliamentary threshold dengan syarat dia harus segera mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden 2024 itu saja,” ujarnya.(Win/Red)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!