Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Badai pandemi COVID-19 menghantam semua lini kehidupan tak terkecuali dunia pertekstilan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung industri padat karya di tanah air.

Pertekstilan tak luput dari dampak pandemi bahkan mendapatkan ancaman lain yang tak kalah gawat yakni serbuan tekstil impor yang menggerus pasar domestik dengan sangat signifikan.

Namun begitu dunia pendidikan dibutuhkan untuk mengantisipasi masalah tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusia lewat lulusan yang memiliki kemampuan, dan kompetensi yang mampu diserap oleh industri tekstil.

Dr. Ida Nuramdhani, S.SIT, M.Sc selaku Kepala Prodia Kimia Tekstil Politeknik STTT Bandung di Seminar Indo Intertex di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/3/2023) mengatakan sebagai salah satu sekolah tinggi vokasi yang dimiliki Kemenperin, yakni Politeknik Sekolah Tinggi Telnologi Tekstil (STTT) Bandung, selama ini telah berperan memasok tenaga kerja terampil untuk sektor industri tesktil dan produk tekstil (TPT) di tanah air.

“Di atas kertas lulusan dari Politeknik STTT Bandung itu skillfull, bisa memenuhi industri tekstil di tanah air terutama di level sarjana. Terutama untuk mengisi posisi manajemen lulusan kami itu harusnya punya skill dan kompetensi,” katanya.

Apalagi sebut Ida dukungan dari Pemerintah kepada Politeknik STTT Bandung sangat besar, terutama dalam penyediaan teknologi digital 4.0 dan mesin-mesin praktek yang sesuai industri tekstik.

“Jadi kami sudah siap di bidang penyediaan SDM industri terdidik yang terampil dan andal, maupun dalam pengembangan sains dan teknologi tekstil serta feyen di Indonesia, bahkan dunia,” pungkas Ida.(Win/Red)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!