Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya – Kamaruddin Simanjuntak, SH, MH selaku Kuasa Hukum dari Terdakwa Lily, akan mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta seusai sidang putusan untuk kasus mafia tanah yang menimpa ahli waris Almarhumah Amih Widjaya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (10/2024).

Menurut Kamaruddin, dirinya sangat tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan Hakim kepada client nya dalam persidangan hari ini atas penerapan pasal 266 KUHP terhadap client nya.

“Iris kuping saya, bahwa vonis dengan Pasal 266 KUHP dengan hukuman 1 tahun 6 bulan itu adalah bohong karena Terdakwa Lily tidak bersalah. Dia (Hakim) juga bilang bahwa client nya menyesal, padahal ibu ini tidak menyesal karena pada dasarnya memang ibu Lily dan adiknya yang di Selandia Baru menyatakan merekalah pemilik sah rumah tersebut. Jadi jangan mengarang- ngarang itu pengadilan, tunjukkan bukti video bahwa ibu Lily ini menyesal. Oleh karena itu kita akan mengajukan Banding karena Banding adalah kata terbaik untuk mengatasi kebuntuan apalagi client kami dinyatakan bersalah,” ujar Kamaruddin dengan tegas.

Selain itu, Kamaruddin juga menilai para Hakim tidak serius menangani kasus persidangan di PN Jakarta Barat dan terkesan berat sebelah menjatuhkan vonis kepada orang yang tidak bersalah.

“Pertama, vonis kepada Client yang dibacakan sendiri oleh Hakim Ketua padahal seharusnya tugas pembacaan vonis harus dibagi kepada rekannya namun kenyataannya tidak begitu. Kedua, hakim yang disebelah kiri langsung pergi meninggalkan ruang sidang. Saya yakin ibu Lily sebagai Ahli Waris dari Almarhumah Amih Widjaya tidak bersalah, seperti yang divonis oleh Hakim,” jelas Pengacara yang pernah menangani kasus Brigadir Josua Hutabarat ini lagi.

Sebut Kamaruddin para Hakim mengabaikan dan tidak mempertimbangkan fakta saat Almarhumah Amih Widjaya di rawat di rumah sakit pada tanggal 20-25 Mei 2023.

“Padahal mereka keempat oknum pengurus Yayasan Metta Karuna Maitryae punya surat bertanggal 20 Mei 2023. Bagaimana bisa Almarhumah Amih Widjaya membuat surat hibah kepada mereka (pengurus Yayasan) padahal ibu itu dalam keadaan sakit dan dirawat,” ujar Kamaruddin.

Kemudian sebut Kamaruddin, Kementerian Hukum dan HAM serta kantor Notaris dengan tegas menyatakan rumah ibadah vihara yang dikelola Yayasan Metta Karuna Maitryae juga tidak terdaftar.

“Kalau di Kemenkumham, Notaris, dan Kecamatan tidak Terdaftar itu apa namanya, itu adalah Organisasi Liar karena tidak Terdaftar di seluruh lembaga negara,” sesal Kamaruddin.

“Sertifikat tanah dan rumah adalah milik Almarhumah Amih Widjaya jadi wajar para ahli waris yang sah mengurus surat tanah dan bangunan ke BPN termasuk melaporkan keempat oknum pengurus Yayasan Metta Karuna Maitryae ke Polres Jakarta Barat,” imbuh Kamaruddin menambahkan.

Oleh karena itu kata Kamaruddin lagi selain mengajukan upaya hukum Banding, mereka dalam waktu dekat ini segera menemui Pejabat di Kementerian Agama dan Kementerian ATR/BPN untuk mengadukan izin rumah tempat tinggal jadi vihara dan keabsahan sertifikat bangunan tersebut.

Kemudian pihaknya juga akan mendatangi KPK, Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Agung untuk mengadukan pihak-pihak yang diduga bersekongkol dan terlibat korupsi dalam kasus tersebut.

“Secepatnya kami akan laporkan dugaan korupsi dan persengkolan dalam kasus di PN Jakarta Barat ini,” pungkas Kamaruddin.(Win/Red)

By admin

2 thoughts on “Client nya Di Vonis Bersalah dan Ajukan Banding, Kamaruddin Simanjuntak: Jika Ada Sekongkol dan Korupsi Kami Laporkan Ke KPK, Bareskrim Polri dan Kejagung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!