Di Sukarno Festival Narasumber Bicara Politik Kuliner Dan Diplomasi Di Atas Meja Makan

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Media Indonesia Raya РSukarno mencatat resep kuliner Nusantara dalam buku berjudul Mustika Rasa, bukan hanya berbicara resep masakan tetapi Sukarno memberikan pesan tersirat dalam buku ini yaitu masakan Indonesia sebagai media Sukarno untuk membangun diplomasi politik kepada tamu negara dan lawan politiknya.

Pada hari Kamis 17 Juni 2021, Sukarno Festival kembali hadir di zoom dan youtube, dengan bahasan tema “Rasa sebagai media diplomasi Sukarno”, dengan narasumber Dr.Ir Iwan Taruna, M. Eng. IPM (Rektor Universitas Jember), Agus Trihartanto, Ph. D (Co-Founder Centre for Gastrodiplomacy Studies Universitas Jember), Upi Suprianto (Kordinator Sukarno Festival).

Agus Trihartanto, Ph.D yang merupakan ahli gastrodiplosi di Indonesia dan juga pencetus utama pusat study gastrodiplomasi dari Universitas jember menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan sekali jamuan utama seperti di Korea, Jepang, Thailand untuk memperkenalkan kuliner nusantara saat jamuan negara.

“Sukarno sangat paham dengan politik perut ini lobiying-lobiying khusus biasanya beliau lakukan jamuan makan bersama tamu negara, termasuk ketika Konferensi Asia Afrika,” katanya kepada Mediaindonesiaraya.id, Kamis (27/6/2021).

Saat makan adalah saat yang menggembirakan karena di saat makan menyampaikan pembicaraan dengan rilek dan gembira.

“Sukarno sudah menyadari arti penting diplomasi di meja makan sejak ibukota masih di Yogyakarta sampai kembali ke Yogyakarta,” ujar Roeslan Abdulgani Mantan Menteri Luar Negeri tahun 1956-1957.

“Sukarno selalu ikut campur dalam urusan tamu tamu negara di istana, sampai ke hidangan-hidangan yang di suguhkan,” imbuh Diplomat yang akrab dipanggil Cak Roes ini.

Selain itu narasumber lainya yaitu Dr. Ir Iwan Taruna, M.Eng.IPM yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Jember mengatakan bahwa sangat penting untuk mengenalkan kuliner Indonesia, mungkin lewat diaspora-diaspora masyarakat Indonesia di luar negeri atau dengan menggunakan branding budaya.

“Saat ini Universitas Jember adalah satu-satunya universitas di Indonesia yang sangat peduli dengan gastronomi atau gastrodiplomasi akan masakan asli Indonesia, beliau berharap dengan adanya Sukarno festival 2 dapat menjadi wawasan bersama tentang pemikiran Sukarno yang sangat visioner ini. Karena hanya Sukarno yang memikirkan makanan sebagai media diplomasi negara,” tuturnya.

Upi Suprianto selaku Kordinator Indonesia Creative City Network Jawa Timur dan juga Kordinator Nasional Sukarno festival sangat berterima kasih atas hadirnya narasumber-narasumber hebat di Sukarno festival secara gotong royong.

“Saya berharap Sukarno festival bisa menjadi literasi digital tentang pemikiran Sukarno yang saat luhur ini untuk membangun indonesia lebih baik ke depannya,” pungkasnya.(Win)¬†

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *